WASPADA LEPTOSPIROSIS!

WASPADA LEPTOSPIROSIS!

 Waspada Leptospirosis

 

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri Leptospira dapat menyebar melalui urin atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa hewan yang tergolong sebagai perantara penyebaran leptospirosis adalah anjing, babi, kuda, sapi dan tikus.

Bagaimana penularannya?

Penularan leptospirosis terjadi melalui kontak langsung dengan urin hewan terinfeksi (terutama tikus) atau kontak tidak langsung melalui air, tanah, lumpur, dan makanan yang terkontaminasi bakteri Leptospira, masuk ke tubuh lewat kulit luka, selaput lendir (mata, hidung, mulut) atau tertelan.

Siapa saja yang berisiko mengalaminya?

Leptospirosis umum ditemukan di daerah tropis karena faktor iklim. Iklim yang panas dan lembap bisa membuat bakteri Leptospira bertahan hidup lebih lama. Penyakit ini rentan menyerang orang dengan kondisi:

  • Menghabiskan sebagian besar waktunya di luar ruangan seperti pekerja tambang, petani atau nelayan
  • Sering berinteraksi dengan hewan seperti peternak, dokter hewan atau pemilik hewan peliharaan
  • Memiliki pekerjaan yang terkait dengan saluran pembuangan atau selokan
  • Tinggal di daerah rawan banjir
  • Sering melakukan olahraga atau rekreasi air di alam bebas

Bagaimana gejalanya?

  • Demam tinggi dan menggigil
  • Mual, muntah dan disertai diare
  • Mata merah dan kulit menguning
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot betis

Meski umumnya sembuh dalam seminggu, leptospirosis bisa berkembang ke tahap kedua yang lebih serius, yaitu penyakit Weil. Penyakit ini terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi. Gejalanya penyakit Weil yaitu:

  • Demam
  • Sulit buang air kecil
  • Bengkak di tangan dan kaki
  • Penyakit kuning
  • Perdarahan, seperti mimisan atau batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Lemas dan keringat dingin
  • Jantung berdebar-debar
  • Sakit kepala dan leher kaku

Bagaimana pengobatannya?

Leptospirosis ringan bisa sembuh sendiri dalam seminggu tanpa memerlukan penanganan khusus. Metode pengobatan yang dilakukan untuk penderita leptospirosis berat diantaranya pemberian obat-obatan sesuai petunjuk dokter untuk meredakan gejala dan mengatasi infeksi bakteri atau perawatan di rumah sakit bila infeksi telah berkembang makin parah dan menyerang organ.

Bagaimana pencegahannya?

  • Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, sepatu bot dan pelindung mata, saat bekerja di area yang berisiko menularkan bakteri Leptospira
  • Menghindari berenang di air tawar, seperti sungai atau aliran air, yang mungkin mengandung urin hewan
  • Mengonsumsi air minum yang sudah terjamin kebersihannya
  • Mencuci tangan setiap sebelum makan dan setelah kontak dengan hewan
  • Mencuci buah dan sayuran dengan air bersih sebelum mengolahnya
  • Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan lingkungan rumah bebas dari tikus
  • Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan dan ternak

Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH untuk mendapatkan penanganan medis dan terapi obat yang tepat. Berikut daftar tenaga medis ahli kami yang siap melayani Anda:

  • dr. Monica Sari, Sp. PD

Jadwal Praktek: Senin

  • dr. Henny Idriani, Sp. PD

Jadwal Praktek: Selasa

  • dr. Suryadi Syam, Sp. PD

Jadwal Praktek: Rabu

  • dr. Rahmi Fadhila, Sp. PD

Jadwal Praktek: Kamis

  • dr. Yayik Supriyani, Sp. PD

Jadwal Praktek: Jumat

 

Sumber:

  1. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Waspadai Musim Hujan dan Banjir!!! Leptospirosis Diam-diam Mematikan
  2. Alodokter. Diakses pada 2026. Leptospirosis
  3. Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Mengenal Gejala dan Pencegahan Leptospirosis

 

Humas&PKRS

Berita Lainnya :