MENGATASI DEHIDRASI

MENGATASI DEHIDRASI
Oleh: Instalasi Humas dan PKRS RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH

Mengatasi Dehidrasi 

Dehidrasi sering dianggap sebagai kondisi haus biasa. Dehidrasi adalah kondisi ketika cairan tubuh yang hilang lebih banyak dari pada yang dikonsumsi. Tubuh memiliki kandungan air sebanyak 55-80% dari total berat badan. Air dalam tubuh berperan untuk membantu kerja sistem pencernaan, mengeluarkan kotoran dan racun dari dalam tubuh, menjaga suhu tubuh, serta melumasi sendi. Jika dibiarkan, dehidrasi bisa mengakibatkan tubuh tidak berfungsi secara normal.

Penyebab dehidrasi diantaranya:

  • Kurangnya asupan cairan akibat tidak minum cukup air sepanjang hari terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas fisik atau terbatasnya akses ke air bersih seperti saat berpergian atau kondisi tertentu.
  • Keringat berlebihan akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang memicu produksi keringan berlebihan, kondisi cuaca panas dan lembab yang meningkatkan penguapan atau demam atau penyakit tertentu yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh dan berkeringat.
  • Penyakit seperti diare dan muntah yang menyebabkan kehilangan cairan atau elektrolit secara signifikan, demam tinggi yang meningkatkan laju metabolisme dan penguapan cairan, diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan peningkatan buang air kecil dan kehilangan cairan atau penyakit ginjal yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur keseimbangan cairan.
  • Kondisi lingkungan seperti lingkungan kerja yang panas dan kering (seperti pabrik atau lapangan) meningkatkan risiko dehidrasi atau ketinggian tempat tinggal yang lebih tinggi, menyebabkan pernapasan lebih cepat dan kehilangan cairan.

Semua kelompok umur memiliki potensi untuk mengalami dehidrasi, mulai dari bayi hingga orang tua, tentunya dengan gejala yang berbeda tergantung dengan tingkat keparahannya. Penting bagi untuk mengetahui gejala umum tubuh mengalami dehidrasi, diantaranya adalah haus, mulut, bibir, mata dan kulit kering, jarang buang air kecil, urine yang berwarna lebih gelap atau berbau lebih kuat, sakit kepala atau pusing serta kelelahan dan kurang energi.

Penanganan untuk dehidrasi tergantung dari usia, derajat keparahan, serta penyebab dari kondisi dehidrasi tersebut. Pada kondisi dehidrasi ringan-sedang di mana asupan makanan dan minuman masih baik, untuk bayi dan anak yang mengalami dehidrasi akibat dari diare, muntah, atau demam, dapat dilakukan pemberian cairan rehidrasi oral sesuai petunjuk dari dokter. Pada orang dewasa, dapat disarankan untuk meningkatkan asupan air dan cairan lainnya. Pada kondisi dehidrasi berat, penanganan dapat dilakukan di rumah sakit dengan cairan dan garam yang dapat diberikan melalui infus.

Cegah dehidrasi dengan cara:

  • Penuhi kebutuhan cairan dengan minum 8 gelas atau 2 liter air mineral per hari untuk orang dewasa.
  • Konsumsi makanan yang kadar airnya tinggi seperti buah-buahan dan sayuran.
  • Pastikan minum yang cukup ketika berolahraga atau beraktivitas fisik, terutama ketika cuaca panas.
  • Penuhi asupan cairan anak atau orang yang sedang sakit, terutama bila mengalami demam, diare atau muntah-muntah.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan batasi konsumsi minuman berkafein.
  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, untuk mencegah diare.

Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit yang timbul akibat dehidrasi, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan cepat oleh petugas kesehatan.

Referensi:

Berita Lainnya :