Waspada! Saat Ruam Campak Berubah Menjadi Sesak Napas Pneumonia
Waspada! Saat Ruam Campak Berubah Menjadi Sesak Napas Pneumonia

Pernahkah ayah bunda mendapati si kecil demam tinggi disertai munculnya bintik merah di sekujur tubuh? Jangan dianggap sepele, bisa jadi itu adalah gejala campak. Walaupun sering dianggap penyakit langganan anak-anak, campak sebenarnya adalah infeksi serius yang sangat menular. Mari kita kenali lebih dalam agar si kecil tetap terlindungi.
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus campak (morbillivirus). Penyakit ini mudah menular ketika orang yang terinfeksi bernapas, batuk, atau bersin. Tingkat risiko penularannya di atas 90%, dimana seseorang bisa menyebarkannya mulai dari 4 hari sebelum hingga 4 jam setelah ruam muncul. Adapun masa inkubasinya berlangsung selama 7 hingga 18 hari.
Gejala yang Harus Diwaspadai?
Gejala awal campak sering kali menyerupai flu biasa. Namun, seiring perkembangan penyakit, muncul gejala-gejala khas sebagai berikut:
l Demam tinggi
l Batuk, pilek (hidung berair), dan mata merah
l Ruam merah, biasanya mulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain.
l Titik putih kecil di dalam mulut (bintik koplik)
Mengapa Campak Berbahaya?
Campak dapat berdampak serius bagi semua kelompok usia. Namun, risiko komplikasi jauh lebih tinggi pada anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa di atas 20 tahun. Beberapa komplikasi yang sering terjadi meliputi :
l Infeksi telinga, yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran
l Diare
l Pneumonia / radang paru-paru, yang merupakan penyebab kematian tersering pada campak
l Ensefalitis / radang otak, yang dapat berakhir dengan kematian
Setiap 1000 anak yang menderita campak, 1 atau 2 di antaranya meninggal dunia.
Hubungan Erat Campak dan Pneumonia : Mengapa Sangat Berbahaya?
Banyak orang tua yang bertanya-tanya, mengapa penyakit kulit seperti campak bisa menyebabkan sesak napas? jawabannya terletak pada bagaimana virus campak menyerang sistem kekebalan tubuh.
1. Campak melumpuhkan pertahanan tubuh
Virus campak bersifat imunosupresif artinya melumpuhkan sementara sistem imun anak. Saat sistem imun sedang lemah-lemahnya, bakteri atau virus lain lebih mudah menyerang organ vital, terutama paru-paru. Inilah yang memicu terjadinya pneumonia (radang paru-paru).
2. Gejala pneumonia yang menyertai campak
l Napas cepat
l Tarikan dinding dada, dimana dada bagian bawah tampak mencekung ke dalam saat anak menarik napas
l Batuk yang semakin berat
l Muncul warna kebiruan pada bibir atau ujung jari (tanda kekurangan oksigen)
3. Risiko fatal pada balita
Pada anak yang mengalami gizi buruk atau belum mendapatkan imunisasi lengkap, komplikasi ini bisa berkembang sangat cepat dan menjadi fatal.
Pencegahan Utama : Imunisasi adalah Kunci !
Pencegahan paling efektif adalah:
l Vaksinasi MMR (campak, gondongan, rubella): dianjurkan untuk diberikan kepada anak-anak pada usia 9-12 bulan dan booster pada usia 5-6 tahun.
l Menghindari kontak dengan penderita campak: jika anda tahu seseorang terinfeksi, hindari kontak langsung.
Mari ayah bunda, pastikan jadwal imunisasi si kecil lengkap dan tetap jaga kebersihan lingkungan serta asupan nutrisi yang bergizi. Dengan perlindungan yang tepat, kita bisa menjaga masa depan si kecil tetap ceria tanpa gangguan campak. Jika si kecil mengalami satu atau gejala di atas, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter spesialis anak kami, siap melayani anda :
- dr. Sari Dewi, Sp. A, M. Biomed
Jadwal Praktek : Senin dan Rabu
- dr. Lola Rahmadesi, Sp. A
Jadwal Praktek : Selasa dan Kamis
- dr. Devi Novriyanti M, Sp. A
Jadwal Praktek : Jumat
Sumber :
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2026. Apakah Infeksi Campak?
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Campak pada Anak
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Measles

















