Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Non Digital |
| Inisiator Inovasi | : | ASN |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Pedoman Teknis Inovasi BaBe DiNa (Barang Bekas Jadi Berguna) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : | Teknisi Sipil bisa memenuhi kebutuhan ruangan dengan segera karena adanya bahan baku di Gudang IPS RSUD Pariaman. |
| Hasil Inovasi | : | Meningkatkan nilai guna sarana dan prasarana yang rusak di RSUD Pariaman sehingga bisa digunakan kembali sebagaimana mestinya atau diolah kembali menjadi sarana prasaran yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan ruangan. |
| Uji Coba Inovasi | : | Selasa, 02 Januari 2024 |
| Implementasi Inovasi | : | Kamis, 01 Februari 2024 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Video Inovasi Babe Diina (Barang Bekas Jadi Berguna) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHAN Permasalahan Makro Kebersihan Rumah Sakit adalah suatu keadaan atau kondisi yang bebas dari bahaya dan risiko minimal untuk infeksi silang. Kebersihan rumah sakit menjadi hal penting yang wajib untuk diperhatikan, utamanya kebersihan di ruang lingkup dari ruang perawatan pasien yang umumnya menjadi lokasi paling banyak dikunjungi, sehingga beresiko tinggi untuk penularan penyakit dan infeksi silang atau pun penyakit yang satu pada pengunjung lainnya. Limbah domestik adalah sampah atau buangan yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari di rumah tangga, perdagangan, perkantoran, dan tempat sejenisnya. Limbah ini bisa berupa limbah cair (seperti air bekas mandi, mencuci, dan sisa makanan cair) maupun limbah padat (seperti sampah kemasan, kertas, dan barang-barang bekas). Pengelolaan limbah domestik yang baik sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Limbah padat domestik meliputi sampah kemasan, kertas, kardus, plastik, barang elektronik bekas, dan sisa makanan padat. Jika tidak dikelola dengan benar, limbah padat ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan. Dengan pengelolaan limbah domestik yang baik, kita dapat mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan dan kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Barang bekas sering kali berakhir di tempat pembuangan akhir, berkontribusi pada pencemaran dan kerusakan lingkungan. Plastik, logam, besi dan tekstil yang tidak terkelola dengan baik dapat memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia. Untuk mengurangi timbulan limbah domestik di RSUD Pariaman, tenaga teknisi sipil dan mobiler melakukan upaya pemanfaatan barang bekas agar menjadi berguna kembali sehingga limbah domestik yang akan di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) benar-benar merupakan limbah domestik Barang bekas sering kali berakhir di tempat pembuangan akhir, berkontribusi pada pencemaran dan kerusakan lingkungan. Plastik, logam, besi dan tekstil yang tidak terkelola dengan baik dapat memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai, mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan manusia yang sudah tidak bisa di manfaatkan kembali. Permasalahan Mikro
Global Dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-12 yaitu Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab mendorong upaya untuk mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan mendorong industri untuk menerapkan sistem produksi yang ramah lingkungan. Penggunaan kembali (reuse) menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan ini, dengan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan mengurangi kebutuhan akan produksi baru. Penggunaan kembali melibatkan pemanfaatan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai dalam bentuk aslinya atau setelah dimodifikasi, daripada membuangnya. Nasional Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 hasil input dari 202 kab/kota se Indonesia menyebut jumlah timbunan sampah nasional mencapai angka 21.1 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Pemerintah baik pusat dan daerah terus mengupayakan dan melaksanakan kebijakan dan program kolaboratif dan persuasif antar pemangku kepentingan untuk pengelolaan sampah yang tepat dengan mengedepankan prinsip sirkular ekonomi dimana ada peningkatan manfaat ekonomi dari sampah. .Penumpukan barang bekas membuat banyaknya timbunan yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar baik dari segi kebersihan maupun segi pemanfaatan sarana dan prasarana. Lokal Penumpukan barang bekas mempengaruhi lahan rumah sakit yang sangat terbatas namun barang tersebut tidak segera diambil alih oleh Biro Aset Provinsi. METODE PEMBAHARUAN Kondisi Sebelum Inovasi Tingginya permintaan dari ruangan terhadap kebutuhan pasien maupun petugas, namun keterbatasan dana dari rumah sakit membuat petugas harus menunggu untuk waktu yang cukup lama. Kondisi Setelah Inovasi Inovasi “BABE DINA”(Barang Bekas Jadi Berguna), bermanfaat dalam pemanfaatan sarana prasarana yang rusak di RSUD Pariaman sehingga bisa menjadi barang yang berguna setelah diolah oleh teknisi sipil maupun pihak ketiga. Setelah berjalannya inovasi ini, permintaan diruangan bisa segera dipenuhi karena adanya ketersediaan bahan baku di Gudang IPS RSUD Pariaman. Dan penumpukan barang yang rusak mulai berkurang setelah diolah menjadi kebutuhan masing-masing ruangan. KEUNGGULAN Keunggulan dari program Inovasi “BABE DINA”(Barang Bekas Jadi Berguna) dapat mengurangi penumpukan barang bekas di gudang aset RSUD Pariaman dan dapat memenuhi permintaan ruangan segera karena adanya ketersediaan bahan baku di Gudang IPS RSUD Pariaman. TAHAPAN / CARA KERJA INOVASI
|
