Si King Kuwat (Sistem Tracking Kebutuhan Keperawatan)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Pedoman Teknis Inovasi Si King Kuwat (Sistem Tracking Kebutuhan Keperawatan)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  1. untuk mempercepat proses administrasi pengadaan kebutuhan keperawatan
  2. untuk memudahkan pelacakan proses pengadaan kebutuhan keperawatan
  3. untuk menertibkan pendistribusian alat kesehatan yang sudah di beli
Manfaat Inovasi :
  1. Proses pengadaan bisa di pantau
  2. Pendistribusian alat kesehatan lebih tepat
  3. Pelayanan lebih optimal
Hasil Inovasi :
  1. proses pengadaan lebih cepat dan tepat
  2. Keselamatan pasien terjaga
  3. Indeks Kepuasan masyarakat meningkat di tahun 2024
Uji Coba Inovasi : Selasa, 02 Januari 2024
Implementasi Inovasi : Kamis, 01 Februari 2024
Link Youtube :

🎥 Tonton Video Inovasi Si King Kuwat

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

  1. Undang- undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
  2. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan
  3. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 148 Tahun 2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktek Keperawatan
  5. Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 62 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah

PERMASALAHAN

Permasalahan Makro

Pelayanan keperawatan di rumah sakit merupakan salah satu pelayanan yang penting di rumah sakit, karena perawat adalah tenaga kesehatan yang 24 jam bersama pasien. Kualitas pelayanan keperawatan berkontribusi terhadap citra rumah sakit dan mempengaruhui kepuasan masayarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Pelayanan keperawatan di rumah sakit tidak terlepas dari ketersediaan alat – alat kesehatan yang menunjang pekerjaan perawat. Alat kesehatan yang tidak mumpuni akan menghambat kinerja perawat dan berdampak terhadap keselamatan pasien dan berujung pada ketidakpuasan pasien terdapat pelayanan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kauffman pada tahun 2023, menyatakan bahwa 99 % fasilitas kesehatan kesulitan dalam mengelola suplai kebutuhan. Permasalahan Mikro Terdapat sejumlah tantangan yang kompleks yang dihadapi oleh perawat dalam memberikan pelayanan, salah satunya adalah ketersediaan alat kesehatan. Permasalahan dalam ketersediaan tersebut juga di alami oleh RSUD Pariaman dan mencakup aspek proses pengadaan yang belum optimal mulai dari perencanaan, penerimaan alat kesehatan, dan pendistribusian juga menjadi masalah, seperti penempatan alat kesehatan yang telah dibeli tidak sesuai dengan peruntukkannya di awal. Hal ini akibat dari belum adanya sistem informasi terkait proses pengadaan alat kesehatan di RSUD Pariaman. Pada tahun 2023, pemenuhan permintan alat kesehatan dari ruangan seringkali terlambat dan terkadang membutuhkan permintaan baru dari ruangan.

Isu Strategis

Global

Keselamatan pasien menjadi isu global dalam pelayanan rumah sakit. Salah satu hal yang berperan penting dalam keselamatan pasien Adalah rantai pasok ketersediaan alat kesehatan yang menunjang pelayanan di rumah sakit. Kesalahan dalam manajemen inventaris saat pelaksaanaan rantai pasok ketersediaan alat kesehatan mengakibatkan terhambatnya pelayanan yang berpengaruh terhadap keselamatan pasien.

Nasional

Di Indonesia, kurangnya informasi dan sistem informasi yang terintegrasi yang memperburuk masalah distribusi dan ketersiediaan alat kesehatan. Pengumpulan dan analisis data mengenai ketersediaan alat kesehatan seringkali tidak dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Proses perencanaan dan pengadaan yang belum efisien juga dapat memperburuk masalah ini. Selain itu, Ketidakpastian permintaan alat kesehatan dapat  menyebabkan   kekurangan   pasokan    sehingga    menghambat pelayanan dan mengancam keselamatan pasien.

Lokal

Proses pengadaan alat kesehatan di RSUD Pariaman seringkali mengalami keterlambatan karena proses administrasi yang lama dan tidak bisa terukur, sehingga perawat tidak optimal dalam memberikan pelayanan dan menurunkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. 

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi Sebelum Inovasi

Sebelum adanya inovasi SI King Kuwat (Sistem TracKing KebUtuhan KeperaWatan) ini, proses pengadaan untuk alat kesehatan maupun sarana dan prasaran di bagian keperawatan RSUD Pariaman tidak bisa dilacak dan tidak bisa terukur serta pendistribusian yang lama, sehingga mengakibatkan tidak optimalnya pelayanan di RSUD Pariaman. Pada tahun 2023 terdapat 20 alat kesehatan yang belum terdistribusikan ke ruangan sampai akhir tahun..

Setelah inovasi Si King Kuwat berjalan di tahun 2024, proses pengadaan alat kesehatan sebanyak 20 telaah staf di selesaikan dalam rentang waktu rata - rata 3 bulan setelah disetujui dan di distribusikan secara tepat ke ruangan yang mengajukan permintaan. Tidak ada alat kesehatan yang belum terdistribusi. 

Keunggulan Inovasi

Inovasi „Si King Kuwat‟ memiliki beberapa keunggulan antara lalin:

  1. Mudah digunakan dan tidak membutuhkan biaya Waktu setiap proses pengadaan bisa terlacak
  2. Memudahkan proses pendistribusian alat kesehatan
  3. Memudahkan monitoring dan evaluasi kinerja pelaku pengadaan

Tahapan Kerja

  1. Telaah staf yang telah di setujui oleh Direktur, di teruskan ke KPA
  2. KPA meneruskan telaah staf ke PPTK untuk proses pengadaannya melalui Si King Kuwat
  3. PPTK menerima notifikasi di Aplikasi Si King Kuwat kemudian meneruskan ke Pejabat Pengadaan
  4. Pejabat pengadaan menerima notifikasi dan melakukan proses pembelian barang dan mengubah status telaah menjadi dalam pembelian‟ di Aplikasi Si King Kuwat
  5. Pejabat pengadaan mengubah status barang menjadi „dalam pengiriman‟ apabila barag telah dikirim oleh penyedia
  6. Pejabat penerima mengubah status barang menjadi „selesai‟ apabila barang telah diserah terimakan ke ruangann yang meminta atau mengubahstatus menjadi „return‟ apabila barang yang diterima tidak sesuai spek yang di minta