PELITA NICU (Portal Edukasi dan Layanan Interaktif NICU)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : Serli Oktavuani, S.Tr. Keb
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Pedoman Teknis Inovasi Pelita NICU (Portal Edukasi dan Layanan Interaktif  NICU)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Tujuan inovasi PELITA NICU adalah memperkuat keterlibatan orang tua melalui edukasi, informasi, dan dukungan psikologis digital sehingga kecemasan ibu berkurang, kesiapan merawat bayi meningkat, bayi mendapatkan dukungan emosional dan perawatan optimal, serta mutu layanan NICU dan penerapan family-centered care semakin meningkat

Manfaat Inovasi :
  1. Mempermudah orang tua mengakses edukasi dan informasi perawatan bayi kapan sajamelalui media digital.
  2. Mengurangi kecemasan, stres, dan kebingungan orang tua, serta meningkatkan kesiapan mereka dalam merawat bayi.
  3. Memperkuat bonding antara orang tua dan bayi meski terpisah secara fisik, sehingga mendukung kondisi emosional dan perkembangan bayi.
  4. Mendukung penerapan family-centered care serta meningkatkan keterlibatan aktif orang tua dalam proses perawatan.
  5. Meningkatkan mutu layanan NICU, kepuasan keluarga, dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Hasil Inovasi :
  • Peningkatan akses Edukasi dan Informasi Orang Tua Bayi

Orang tua dapat mengakses panduan perawatan bayi, edukasi, dan informasi terkait NICU kapan saja melalui portal digital dan aplikasi Android, dalam bentuk teks, video, dan leaflet yang dapat diunduh. Hal ini membuat orang tua lebih siap mengikuti proses perawatan serta mempersiapkan perawatan lanjutan di rumah.

  • Dukungan Psikologis Orang Tua

Fitur Ruang Asa menjadi media bagi orang tua untuk menyalurkan perasaan, doa, dan sapaan rindu, menenangkan kondisi psikologis ibu, memperkuat bonding, mendukung perkembangan bayi, serta memungkinkan orang tua saling berbagi dukungan sehingga terbentuk komunitas yang hangat meski tidak selalu hadir secara fisik.

  • Peningkatan Keterlibatan dan Partisipasi Orang Tua dalam Evaluasi Layanan

Orang tua dapat memberikan umpan balik melalui Fitur Rating Pelayanan, sehingga mereka menjadi bagian aktif dalam evaluasi dan perbaikan mutu layanan NICU secara berkelanjutan.

  • Alur Layanan Lebih Terstruktur

Seluruh proses perawatan menjadi lebih terorganisir, komunikasi antara petugas dan orang tua lebih lancar, serta kebutuhan informasi dan administrasi dapat diakses digital, mengurangi bolak-balik, dan meningkatkan kesiapan orang tua dalam merawat bayi.

Uji Coba Inovasi : Senin, 05 Januari 2026
Implementasi Inovasi : Kamis, 26 Februari 2026
Link Youtube :

🎥 Tonton Video Inovasi Pelita NICU (Portal Edukasi dan Layanan Interaktif NICU)

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

  1. UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
  2. UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik
  3. Permenkes No. 21 Tahun 2020 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit untuk Pelayanan Neonatal
  4. Pergub Sumbar No. 62 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah 

PERMASALAHAN
Persoalan Makro
Perawatan bayi di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) merupakan kondisi kritis yang mengharuskan bayi terpisah dari ibu sejak awal kelahiran. Situasi ini menimbulkan tekanan psikologis yang signifikan pada orang tua, khususnya ibu, akibat keterpisahan fisik, ketidakpastian kondisi klinis bayi, serta kecemasan terhadap keselamatan dan masa depan anak. Meta-analisis global melaporkan bahwa pada ibu dengan bayi NICU, sekitar 51% mengalami kecemasan, 41% mengalami stres psikologis signifikan, dan 31% menunjukkan gejala depresi selama masa perawatan bayi (Rajabzadeh et al., 2024), angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan ibu pascapersalinan tanpa perawatan NICU.
Secara global, diperkirakan lebih dari 15 juta bayi setiap tahun memerlukan perawatan NICU, tidak hanya prematur, tetapi juga bayi dengan kondisi kritis lain seperti gangguan pernapasan, infeksi berat, kelainan jantung bawaan, atau komplikasi perinatal. Di Indonesia, sekitar ±5% bayi baru lahir membutuhkan perawatan NICU, mencakup bayi dengan berbagai kondisi kritis yang memerlukan pemantauan dan intervensi intensif. Angka-angka ini menunjukkan skala kebutuhan layanan NICU yang signifikan serta potensi beban psikologis yang besar pada orang tua.
Tekanan psikologis tidak hanya disebabkan oleh kondisi medis bayi, tetapi juga diperberat oleh keterbatasan akses orang tua terhadap edukasi dan informasi yang mudah dipahami serta dapat diakses berulang. Studi menunjukkan bahwa kurangnya edukasi dan informasi yang memadai memperburuk stres dan kecemasan orang tua selama masa perawatan NICU (Ahn & Kim, 2007). Seiring perkembangan layanan kesehatan global, digitalisasi edukasi dan informasi kesehatan berkembang sebagai pendekatan untuk menjawab kebutuhan ini. Intervensi berbasis e-health terbukti meningkatkan pemahaman orang tua serta menurunkan tingkat kecemasan melalui informasi yang akurat dan mudah diakses (Mirlashari et al., 2020), sekaligus memperkuat komunikasi keluarga dengan tenaga kesehatan dan dukungan psikososial selama hospitalisasi bayi (Liu et al., 2024). Dengan demikian, akses informasi digital bukan sekadar membantu kesiapan psikologis ibu, tetapi juga mendukung kesembuhan bayi melalui keterlibatan orang tua dalam perawatan.

Persoalan Mikro
Pada tahun 2025, sekitar 250 bayi menjalani perawatan di NICU RSUD Prof. H. Muhammad Yamin. Sekitar 50% ibu diperkirakan mengalami kecemasan selama bayinya dirawat, dan sekitar 40% ibu melaporkan masalah seperti keterlambatan keluarnya ASI, produksi berkurang, atau menurunnya rasa percaya diri dalam menyusui. Kecemasan dan keterbatasan waktu interaksi dengan bayi membuat kesempatan untuk membangun ikatan emosional menjadi terbatas. Bonding awal antara ibu dan bayi sangat penting bagi kesejahteraan bayi, membantu menstabilkan kondisi fisiologis, meningkatkan respons bayi terhadap ASI, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan awal. Ketika momen bonding ini terganggu, dampaknya terasa pada bayi maupun kesiapan ibu dalam merawat bayinya. Di ruang NICU RSMY, sebagian ibu menuliskan pesan, doa, dan harapan pada kantong ASI karena belum tersedia wadah resmi untuk berkomunikasi atau mengekspresikan kedekatan dengan bayi, meskipun mereka tetap dapat bertemu bayi walau waktunya terbatas. Selain itu, kebutuhan orang tua akan edukasi dan informasi masih sangat bergantung pada komunikasi langsung dengan tenaga kesehatan. Padahal sebagian besar orang tua sudah terbiasa menggunakan smartphone. Ketiadaan sarana edukasi dan komunikasi digital membuat pemahaman orang tua belum optimal, kecemasan sulit dikurangi, dan kesempatan mereka untuk terlibat secara emosional serta mendukung kesembuhan dan perkembangan bayi menjadi terbatas.

ISU STRATEGIS
Global
Permasalahan psikologis orang tua bayi NICU merupakan isu kesehatan global yang berkaitan langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan meningkatkan kesejahteraan semua usia, khususnya kesehatan ibu dan bayi. WHO dan berbagai organisasi internasional mendorong penguatan layanan maternal–neonatal berbasis family-centered care, dukungan kesehatan mental, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai strategi untuk menurunkan kecemasan orang tua, meningkatkan keterlibatan keluarga, dan memperbaiki luaran perawatan bayi. Dampak langsung bagi bayi termasuk peningkatan kualitas pemberian ASI, pertumbuhan yang lebih optimal, dan perkembangan neurobehavioral yang lebih baik melalui keterlibatan orang tua secara aktif. Selain itu, isu ini relevan dengan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital di sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan.

Nasional
Di Indonesia, penguatan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas melalui Transformasi Sistem Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang menekankan peningkatan layanan maternal–neonatal serta pendekatan promotif dan preventif. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan diharapkan dapat memperluas akses edukasi dan informasi, memperkuat peran keluarga, serta meningkatkan mutu pelayanan. Dampak pada bayi termasuk penguatan kesiapan laktasi ibu, peningkatan pemberian ASI, keterlibatan aktif orang tua dalam perawatan bayi, serta pemantauan tumbuh kembang yang lebih optimal, khususnya pada bayi NICU yang rentan terhadap komplikasi pascarehabilitasi.

Lokal
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berfokus pada peningkatan mutu pelayanan ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, dan balita melalui jejaring fasilitas kesehatan. Program ini menekankan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta keterlibatan keluarga sebagai bagian dari pelayanan berkelanjutan. Namun, pada layanan NICU belum tersedia media digital terintegrasi yang secara khusus menjembatani kebutuhan edukasi dan dukungan emosional orang tua selama masa perawatan bayi. Akibatnya, selain tingkat kecemasan ibu yang tetap tinggi, bayi berpotensi mengalami keterlambatan pemberian ASI, pertumbuhan kurang optimal, dan keterbatasan keterlibatan orang tua dalam proses perawatan. Hal ini menunjukkan adanya ruang penguatan signifikan di tingkat rumah sakit untuk menghadirkan inovasi berbasis digital, seperti portal dan aplikasi, yang dapat memfasilitasi edukasi, komunikasi, serta dukungan psikososial secara kontinu bagi orang tua dan mendukung kesembuhan serta perkembangan bayi NICU.

METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Adanya Inovasi

  • Edukasi kepada orang tua bayi NICU dilakukan secara lisan, dengan waktu terbatas dan topik yang belum menyeluruh.
  • Sulit mengumpulkan orang tua dalam satu waktu untuk edukasi bersama
  • Belum tersedia informasi tertulis yang terstruktur mengenai administrasi, panduan kunjungan, dan kebutuhan bayi, sehingga orang tua sering lupa informasi dan harus bolak-balik melengkapi kebutuhan maupun administrasi.
  • Orang tua hanya dapat melihat bayi satu kali sehari sesuai jadwal, sehingga bonding awal belum optimal.
  • Kondisi terpisah dari bayi menimbulkan stres dan kesedihan, terutama pada ibu, yang dapat memengaruhi produksi ASI.
  • Belum tersedia wadah dukungan emosional bagi orang tua untuk menyalurkan perasaan, harapan, doa, maupun pesan kepada bayi.
  • Lebih dari 90 persen orang tua telah menggunakan smartphone, namun belum dimanfaatkan sebagai media edukasi dan layanan NICU.

Kondisi Setelah Adanya Inovasi

  • Orang tua dapat mengakses edukasi secara mandiri kapan saja melalui PELITA NICU (portal web dan aplikasi Android) dengan materi yang lebih lengkap dan terstruktur.
  • Informasi administrasi, panduan kunjungan, dan kebutuhan bayi tersedia dalam bentuk tertulis digital sehingga mudah diakses dan tidak mudah terlupakan.
  • Orang tua tidak perlu bolak-balik melengkapi kebutuhan karena informasi sudah jelas dan dapat dibaca ulang kapan saja.
  • Orang tua tetap dapat terlibat dalam perawatan bayi meskipun terpisah secara fisik melalui akses informasi dan edukasi berkelanjutan.
  • Tersedia fitur Ruang Asa Interaktif sebagai wadah bagi orang tua untuk menuliskan harapan, doa, sapaan rindu, dan pesan untuk bayi, sehingga membantu menjaga keterhubungan emosional dan memperkuat bonding.
  • Dukungan emosional bagi orang tua meningkat, membantu mengurangi kecemasan serta mendukung kondisi psikologis ibu selama masa perawatan bayi.
  • Pemanfaatan smartphone menjadi optimal sebagai sarana edukasi, informasi layanan, dan dukungan emosional untuk orang tua bayi.

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN

  • Akses Informasi dan Edukasi 24 Jam

PELITA NICU dapat diakses melalui web dan aplikasi Android, memungkinkan orang tua memperoleh edukasi, informasi layanan, dan panduan perawatan bayi kapan saja. Materi disajikan secara terstruktur dalam bentuk teks, video edukasi, dan leaflet yang dapat diunduh, sehingga orang tua dapat mempelajari dan mengulang informasi sesuai kebutuhan tanpa bergantung pada waktu edukasi tatap muka yang terbatas.

  • Dukungan Psikologis Bagi Orang Tua

Fitur Ruang Asa Interaktif menjadi wadah bagi orang tua untuk menuliskan perasaan, harapan, doa, dan sapaan rindu yang ditujukan langsung kepada bayi. Fitur ini membantu menenangkan psikologis orang tua, khususnya ibu yang terpisah dari bayi, menjaga keterhubungan emosional, serta memperkuat bonding selama masa perawatan. Selain itu, orang tua dapat saling berbagi dukungan, motivasi, dan pengalaman secara non-medis melalui komentar dan diskusi yang difilter oleh admin, sehingga terbentuk komunitas positif selama perawatan bayi di NICU.

  • Partisipasi dan Umpan Balik Langsung

Rating Pelayanan memungkinkan orang tua memberikan masukan langsung, sehingga tim NICU dapat meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

  • Terstruktur, Praktis, dan Ramah Akses

Seluruh layanan edukasi, informasi, dukungan emosional, dan evaluasi disatukan dalam satu sistem digital yang mudah diakses melalui smartphone tanpa biaya tambahan. Inovasi ini mempermudah orang tua memahami prosedur, mengurangi lupa informasi, meningkatkan keterlibatan emosional, serta meningkatkan kepuasan keluarga terhadap layanan NICU. Inovasi ini dirancang fleksibel dan berkelanjutan melalui pengembangan konten edukasi secara bertahap serta pemanfaatan platform digital yang telah tersedia, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dan direplikasi pada unit pelayanan lain dengan penyesuaian konten sesuai kebutuhan.

CARA KERJA INOVASI

  • Akses Portal Saat Masuk NICU

Petugas NICU mengarahkan keluarga untuk memindai QR Code pada poster di ruang tunggu atau ruang NICU menggunakan smartphone. Orang tua akan diarahkan ke halaman utama PELITA NICU atau mengunduh aplikasi Android. Bagi pengguna iPhone (iOS) dan perangkat non-Android, akses dilakukan melalui website resmi di alamat https://s.id/pelitanicu menggunakan browser, dengan opsi menambahkan ke layar utama (Add to Home Screen) agar tampil menyerupai aplikasi. Portal juga dapat diakses melalui desktop. Menu utama meliputi Informasi, Edukasi, Ruang Asa, Rating Pelayanan, dan Tentang NICU, sehingga seluruh orang tua tetap memperoleh layanan yang sama tanpa kendala jenis perangkat.

  • Halaman Informasi

Menyediakan panduan kunjungan, protokol kesehatan, administrasi, informasi dokter, serta informasi penting lainnya terkait perawatan bayi, sehingga orang tua tidak perlu berulang kali bertanya atau bolak-balik melengkapi kebutuhan.

  • Halaman Edukasi

Menyediakan materi perawatan bayi NICU dalam bentuk poster, video edukasi, dan leaflet yang dapat diunduh. Orang tua dapat mengakses ulang materi kapan saja untuk memperdalam pemahaman dan mempersiapkan perawatan bayi di rumah.

  • Halaman Ruang Asa

Orang tua dapat menuliskan pesan, harapan, doa, dan sapaan rindu yang ditujukan langsung kepada bayi, sehingga tetap terhubung secara emosional meskipun terpisah secara fisik. Selain itu, orang tua dapat saling berbagi dukungan, motivasi, dan pengalaman secara non-medis. Seluruh pesan dan komentar difilter oleh admin agar tetap aman, sopan, dan sesuai konteks. Catatan penting: seluruh interaksi di Ruang Asa bersifat non-medis. Pertanyaan terkait kondisi klinis bayi tetap diarahkan langsung kepada dokter atau petugas NICU.

  • Rating Pelayanan

Setelah masa perawatan, orang tua dapat memberikan umpan balik melalui fitur Rating Pelayanan. Nilai dan masukan dari orang tua direkap oleh admin melalui form khusus, yang selanjutnya digunakan tim NICU untuk evaluasi dan peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan.