KOMPAK (Komunitas Peduli Kanker )

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Lihat Panduan Teknis Inovasi Kompak (Komunitas Peduli Kanker)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  1. Membangun komunitas peduli kanker bersama pasien, keluarga, survivor, dan pemerhati kanker untuk saling memberikan dukungan dan kebersamaan.
  2. Memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat luas mengenai kanker dan deteksi dini kanker
  3. Menyiapkan tenaga profesional maupun relawan yang bersedia
  4. mendampingi penderita kanker dengan penuh kasih
Manfaat Inovasi :
  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit kanker dan melakukan deteksi dini terhadap kanker.
  2. Menjadi wadah edukasi, informasi, dan dukungan antara pasien, keluarga, survivor, dan pemerhati kanker.
  3. Menghubungkan orang-orang yang mengalami situasi serupa, tanpa memandang latar belakang,kelas,gender,dll
Hasil Inovasi :
  1. Terbentuk Komunitas peduli kanker khususnya untuk pasien RSUD Pariaman.
  2. Meningkatnya jumlah pasien yang menjalani pengobatan kanker tepat waktu
  3. Meningkatnya pasien RSUD Pariaman untuk melakukan deteksi dini kanker
Uji Coba Inovasi : Selasa, 02 Januari 2024
Implementasi Inovasi : Jumat, 02 Februari 2024
Link Youtube :

🎥 Tonton Video Inovasi Kompak (Komunitas Peduli Kanker)

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
  • Peraturan Pemerintah Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah;
  • Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 62 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah;
  • Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1337/2023 Tentang Rumah Sakit Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker
  • Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan;
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan.

PERMASALAHAN

Permasalahan Makro

Kanker adalah penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Berdasarkan data Riskesdes,prevalensi kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk ditahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk di tahun 2018. Sedangkan data Global Burden of Cancer Study (Globacan) dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian sebesar 234.511 kasus. Berdasarkan data Riskesdas(2018) Sumatera Barat menempati posisi kedua tertinggi yaitu 2,4 per 1000 penduduk. Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat mencatat,jumlah kasus kanker periode Januari-September 2019 mencapai 2.350 kasus, diantaranya kanker payudara, kanker serviks,kanker darah,kanker kolon,kanker tiroid dan kanker paru. Selain itu berdasarkan data pasien kanker di RSUD Pariaman tahun 2018-2022 berjumlah 416 kasus. Tingginya kasus kanker tentu bisa menjadi kewaspadaan awal kita untuk mau meminimalisir faktor yang terkait dengan penyakit kanker tersebut. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut. Munculnya permasalahan kanker berdampak tidak saja hanya kepada pasien saja, tetapi sosial, ekonomi masyarakat dan negara. Permasalahan lain adalah masalah akses keperawatan. Terkait masalah akses keperawatan, Hari Kanker sedunia tahun ini tema global ‘Close the Care Gap” yang artinya ‘Tutup Kesenjangan Perawatan’. Kampanye baru Hari Kanker Sedunia untuk membangun akses perawatan kanker yang lebih adil dan merata untuk semua. Tapi pada kenyataannya, tidak bisa dipungkiri ada beberapa masyarakat yang kurang percaya dengan mutu pelayanan kanker di Indonesia. Ada  lagi yang sebagian memilih pengobatan alternatif yang kurang dapat dipercaya efektifitasnya. Layanan medis terkait di Indonesia sebenarnya sudah mengalami kemajuan, akan tetapi terkadang pada pasien muncul rasa takut untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan. Permasalahan terkait perawatan kanker tidak bisa kita lihat hanya sebagian saja, tetapi harus secara keseluruhan. Disini perlunya kerjasama antara pemerintah, lembaga terkait dan masyarakat itu sendiri dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit kanker. Bagi pemerintah tentunya dapat dilakukan dengan terus meningkatkan pelayanan medis terkait penanganan pasien maupun deteksi dini. Dalam sisi pencegahan perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan lembaga terkait misalnya saja yayasan kanker atau komunitas/kelompok pendukung sesama penderita kanker untuk pemberian edukasi terkait pencegahan dan penanganan khususnya pasien kanker, . Selain itu pentingnya masyarakat khususnya keluarga pasien untuk dapat memberikan dukungan kepada pasien dalam upaya keberhasilan pengobatan. Sehingga terbentuk mekanisme koping yang adaptif dalam menghadapi kondisi penyakitnya dan aktifitas sosial sebagai wujud adaptasinya.

Permasalahan Mikro

  1. Kanker adalah penyakit yang sering menjadi momok yang menakutkan bagi siapa saja.
  2. Kurangnya akses informasi mengenai pencegahan dan penanganan terkait kanker.
  3. Belum adanya komunitas/kelompok pendukung sesama penderita kanker dalam pemberian informasi dan dukungan terkait penanganan dan pencegahan kanker.

ISU STRATEGIS

Global

Selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia. Dimana pada pasien kanker memiliki beberapa batasan akibat penyakit yang dialaminya antara lain terbatas dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan pekerjaan dan keterbatasan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain hal tersebut, pasien dengan kanker juga mempengaruhi emosional dan kehidupan sosial.

Nasional

Peningkatan kesadaran masyarakat akan kanker, deteksi dini, akses ke pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan peningkatan kualitas hidup pasien kanker. Masih banyak masyarakat yang kurang memahami gejala kanker dan pentingnya deteksi dini. Keterbatasan fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, menjadi kendala dalam penanganan kanker. Pasien kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan fisik, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial. Penanganan kanker juga memerlukan pendekatan yang unik untuk setiap pasien.

Lokal

Sumatera Barat menduduki peringkat kedua prevalensi kanker tertinggi di Indonesia setelah Yogyakarta. Tingginya prevalensi kanker menimbulkan dampak sosial dan ekonomi seperti hilangnya pendapatan akibat sakit menjadi tantangan, terbatasnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis terlatih untuk penanganan kanker di beberapa daerah. Dari tahun 2022-2023 terdapat 899 yang terdeteksi kanker di RSUD Pariaman. Dan sekian orang dari pasien tersebut 56 mengeluhkan kurangnya dukungan keluarga dalam menemani pasien menjalani kemoterapi, keterbatasan akomodasi selama menjalani  pengobatan  di  Padang  masih  menjadi  alasan  bagi keluarga untuk tidak melanjutkan pengobatan. Sehingga pengobatan alternatif masih menjadi pilihan masyarakat dalam penanganan kanker. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kanker memerlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker. Dukungan sosial dan ekonomi bagi penderita kanker dan keluarga juga sangat penting untuk meringankan beban yang ditimbulkan oleh penyakit ini.