Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | ASN |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi Kompak (Komunitas Peduli Kanker) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Selasa, 02 Januari 2024 |
| Implementasi Inovasi | : | Jumat, 02 Februari 2024 |
| Link Youtube | : | |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHAN Permasalahan Makro Kanker adalah penyakit yang melibatkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain. Berdasarkan data Riskesdes,prevalensi kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk ditahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk di tahun 2018. Sedangkan data Global Burden of Cancer Study (Globacan) dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kasus kanker di Indonesia pada 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian sebesar 234.511 kasus. Berdasarkan data Riskesdas(2018) Sumatera Barat menempati posisi kedua tertinggi yaitu 2,4 per 1000 penduduk. Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat mencatat,jumlah kasus kanker periode Januari-September 2019 mencapai 2.350 kasus, diantaranya kanker payudara, kanker serviks,kanker darah,kanker kolon,kanker tiroid dan kanker paru. Selain itu berdasarkan data pasien kanker di RSUD Pariaman tahun 2018-2022 berjumlah 416 kasus. Tingginya kasus kanker tentu bisa menjadi kewaspadaan awal kita untuk mau meminimalisir faktor yang terkait dengan penyakit kanker tersebut. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut. Munculnya permasalahan kanker berdampak tidak saja hanya kepada pasien saja, tetapi sosial, ekonomi masyarakat dan negara. Permasalahan lain adalah masalah akses keperawatan. Terkait masalah akses keperawatan, Hari Kanker sedunia tahun ini tema global ‘Close the Care Gap” yang artinya ‘Tutup Kesenjangan Perawatan’. Kampanye baru Hari Kanker Sedunia untuk membangun akses perawatan kanker yang lebih adil dan merata untuk semua. Tapi pada kenyataannya, tidak bisa dipungkiri ada beberapa masyarakat yang kurang percaya dengan mutu pelayanan kanker di Indonesia. Ada lagi yang sebagian memilih pengobatan alternatif yang kurang dapat dipercaya efektifitasnya. Layanan medis terkait di Indonesia sebenarnya sudah mengalami kemajuan, akan tetapi terkadang pada pasien muncul rasa takut untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani pengobatan. Permasalahan terkait perawatan kanker tidak bisa kita lihat hanya sebagian saja, tetapi harus secara keseluruhan. Disini perlunya kerjasama antara pemerintah, lembaga terkait dan masyarakat itu sendiri dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit kanker. Bagi pemerintah tentunya dapat dilakukan dengan terus meningkatkan pelayanan medis terkait penanganan pasien maupun deteksi dini. Dalam sisi pencegahan perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan lembaga terkait misalnya saja yayasan kanker atau komunitas/kelompok pendukung sesama penderita kanker untuk pemberian edukasi terkait pencegahan dan penanganan khususnya pasien kanker, . Selain itu pentingnya masyarakat khususnya keluarga pasien untuk dapat memberikan dukungan kepada pasien dalam upaya keberhasilan pengobatan. Sehingga terbentuk mekanisme koping yang adaptif dalam menghadapi kondisi penyakitnya dan aktifitas sosial sebagai wujud adaptasinya. Permasalahan Mikro
ISU STRATEGIS Global Selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ketiga tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia. Dimana pada pasien kanker memiliki beberapa batasan akibat penyakit yang dialaminya antara lain terbatas dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan pekerjaan dan keterbatasan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Selain hal tersebut, pasien dengan kanker juga mempengaruhi emosional dan kehidupan sosial. Nasional Peningkatan kesadaran masyarakat akan kanker, deteksi dini, akses ke pelayanan kesehatan yang berkualitas, dan peningkatan kualitas hidup pasien kanker. Masih banyak masyarakat yang kurang memahami gejala kanker dan pentingnya deteksi dini. Keterbatasan fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, menjadi kendala dalam penanganan kanker. Pasien kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan fisik, tetapi juga dukungan psikologis dan sosial. Penanganan kanker juga memerlukan pendekatan yang unik untuk setiap pasien. Lokal Sumatera Barat menduduki peringkat kedua prevalensi kanker tertinggi di Indonesia setelah Yogyakarta. Tingginya prevalensi kanker menimbulkan dampak sosial dan ekonomi seperti hilangnya pendapatan akibat sakit menjadi tantangan, terbatasnya fasilitas kesehatan dan tenaga medis terlatih untuk penanganan kanker di beberapa daerah. Dari tahun 2022-2023 terdapat 899 yang terdeteksi kanker di RSUD Pariaman. Dan sekian orang dari pasien tersebut 56 mengeluhkan kurangnya dukungan keluarga dalam menemani pasien menjalani kemoterapi, keterbatasan akomodasi selama menjalani pengobatan di Padang masih menjadi alasan bagi keluarga untuk tidak melanjutkan pengobatan. Sehingga pengobatan alternatif masih menjadi pilihan masyarakat dalam penanganan kanker. Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kanker memerlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker. Dukungan sosial dan ekonomi bagi penderita kanker dan keluarga juga sangat penting untuk meringankan beban yang ditimbulkan oleh penyakit ini. |
