Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | ASN |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Pedoman Teknis Inovasi Opsigi (Optimalisasi Digitalisasi SPM Gizi) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Jumat, 03 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Selasa, 04 Februari 2025 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Video Inovasi Opsigi (Optimalisasi Digitalisasi SPM Gizi) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | PERMASALAHAN
Perkembangan teknologi informasi dan tuntutan transformasi digital di sektor kesehatan menuntut tersedianya sistem pelayanan yang cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi. Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu pelayanan rumah sakit yang memerlukan data yang valid, akurat, dan tersedia secara real-time. Namun, masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan sistem pencatatan manual sehingga berisiko menimbulkan keterlambatan pelaporan, kesalahan pencatatan, serta kesulitan dalam monitoring dan evaluasi pelayanan.
Di Instalasi Gizi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., pencatatan dan pelaporan SPM Gizi masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan penginputan data, risiko human error, duplikasi data, kesulitan dalam pemantauan capaian indikator secara real-time, serta meningkatnya beban administrasi tenaga gizi yang dapat mengurangi fokus terhadap pelayanan langsung kepada pasien. ISU STRATEGIS
Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kesehatan. Digitalisasi data menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang modern dan berorientasi pada data.
Transformasi digital merupakan bagian dari reformasi birokrasi dan penguatan Smart ASN dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Selain itu, implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK menjadi landasan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan dan pelaporan SPM Gizi di Instalasi Gizi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., belum tersedianya sistem monitoring berbasis digital yang terintegrasi, serta kebutuhan peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan gizi menjadi dasar perlunya inovasi OPSIGI. METODE PEMBAHARUAN
KEUNGGULAN
CARA KERJA / TAHAPAN INOVASI
|
