OPSIGI (OPTIMALISASI DIGITALISASI SPM GIZI)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Pedoman Teknis Inovasi Opsigi (Optimalisasi Digitalisasi SPM Gizi)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengisian data SPM Gizi.
  2. Mengurangi kesalahan pencatatan dan duplikasi data.
  3. Menyediakan data pelayanan gizi yang akurat dan real-time.
  4. Mendukung sistem monitoring dan evaluasi berbasis digital.
  5. Mewujudkan pelayanan gizi yang modern, transparan, dan akuntabe
Manfaat Inovasi :
  1. Mempermudah tenaga gizi dalam penginputan dan pengelolaan data.
  2. Menghemat waktu serta mengurangi beban administrasi.
  3. Menyediakan data real-time untuk monitoring dan evaluasi.
  4. Mendukung peningkatan mutu pelayanan gizi rumah sakit.
  5. Membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat
Hasil Inovasi :
  1. Peningkatan ketepatan dan ketepatan waktu pengisian SPM Gizi.
  2. Data pelayanan menjadi lebih akurat, valid, dan real-time.
  3. Efisiensi kerja tenaga gizi meningkat.
  4. Monitoring dan evaluasi mutu pelayanan menjadi lebih optimal.
  5. Mendukung terwujudnya Smart ASN dan Smart Governance di lingkungan rumah sakit.
Uji Coba Inovasi : Jumat, 03 Januari 2025
Implementasi Inovasi : Selasa, 04 Februari 2025
Link Youtube :

🎥 Tonton Video Inovasi Opsigi (Optimalisasi Digitalisasi SPM Gizi)

Rancang Bangun Inovasi :

PERMASALAHAN

  • Persoalan Makro

Perkembangan teknologi informasi dan tuntutan transformasi digital di sektor kesehatan menuntut tersedianya sistem pelayanan yang cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi. Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu pelayanan rumah sakit yang memerlukan data yang valid, akurat, dan tersedia secara real-time. Namun, masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan sistem pencatatan manual sehingga berisiko menimbulkan keterlambatan pelaporan, kesalahan pencatatan, serta kesulitan dalam monitoring dan evaluasi pelayanan.

  • Persoalan Mikro

Di Instalasi Gizi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., pencatatan dan pelaporan SPM Gizi masih dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan penginputan data, risiko human error, duplikasi data, kesulitan dalam pemantauan capaian indikator secara real-time, serta meningkatnya beban administrasi tenaga gizi yang dapat mengurangi fokus terhadap pelayanan langsung kepada pasien.

ISU STRATEGIS

  • Global

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kesehatan. Digitalisasi data menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang modern dan berorientasi pada data.

  • Nasional

Transformasi digital merupakan bagian dari reformasi birokrasi dan penguatan Smart ASN dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien. Selain itu, implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK menjadi landasan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

  • Lokal

Belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pencatatan dan pelaporan SPM Gizi di Instalasi Gizi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., belum tersedianya sistem monitoring berbasis digital yang terintegrasi, serta kebutuhan peningkatan efisiensi dan kualitas pelayanan gizi menjadi dasar perlunya inovasi OPSIGI.

METODE PEMBAHARUAN

  • Kondisi sebelum adanya inovasi
  1. Pencatatan SPM Gizi dilakukan secara manual menggunakan formulir kertas.
  2. Data tidak tersedia secara real-time dan sulit diakses dengan cepat.
  3. Terjadi keterlambatan penginputan serta duplikasi data.
  4. Monitoring dan evaluasi membutuhkan waktu yang relatif lama.
  5. Risiko kehilangan dan kerusakan dokumen fisik cukup tinggi.
  • Kondisi setelah adanya inovasi
  1. Penggunaan Google Spreadsheet sebagai sistem pencatatan digital SPM Gizi.
  2. Data dapat diinput secara langsung dan real-time oleh tenaga gizi.
  3. Data tersimpan otomatis dan dapat diakses dengan mudah.
  4. Monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara cepat dan berbasis data.
  5. Mengurangi penggunaan kertas (paperless) serta meningkatkan efisiensi kerja.

KEUNGGULAN

  1. Sistem berbasis real-time yang meningkatkan kecepatan dan ketepatan data.
  2. Mudah digunakan oleh tenaga gizi.
  3. Dapat diakses melalui komputer maupun smartphone.
  4. Mengurangi penggunaan kertas dan biaya operasional.
  5. Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
  6. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelayanan gizi.

CARA KERJA / TAHAPAN INOVASI

  1. Tenaga gizi membuka Google Spreadsheet SPM Gizi melalui perangkat kerja.
  2. Login menggunakan akun yang telah diberikan.
  3. Melakukan input data pelayanan gizi sesuai format yang telah distandarisasi.
  4. Data tersimpan secara otomatis dalam sistem berbasis cloud.
  5. Tenaga gizi melakukan pengecekan dan pembaruan data apabila diperlukan.
  6. Nutrisionis atau penanggung jawab melakukan monitoring dan verifikasi data.
  7. Data diolah menjadi laporan SPM Gizi sebagai dasar evaluasi mutu pelayanan dan pengambilan keputusan.