Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Non Digital |
| Inisiator Inovasi | : | NS. SILVIA ANGGRAINI, S.Kep |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : | Meningkatkan kemampuan aktivitas pasien PPOK sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri dan berkualitas |
| Manfaat Inovasi | : | 1. Meningkatkan kemampuan aktivitas pasien |
| Hasil Inovasi | : | 1. Pasien lebih aktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari 2. Pasien mampu mengontrol sesak napas dengan teknik pernapasan yang tepat |
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Sabtu, 01 Februari 2025 |
| Link Youtube | : | |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHAN Permasalahan Makro Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), PPOK termasuk dalam tiga besar penyebab kematian global. Pasien PPOK sering mengalami keterbatasan aktivitas akibat sesak napas, penurunan fungsi paru, serta kelelahan yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi. Permasalahan Mikro
ISU STRATEGIS Isu Global Berdasarkan **Sustainable Development Goals (SDGs)**, inovasi ini mendukung **SDGs 3: Good Health and Well-Being**, yaitu menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia. Isu Nasional Program kesehatan nasional menekankan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular, termasuk PPOK, melalui peningkatan pelayanan kesehatan, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas hidup pasien. Isu Lokal Di RSUD, pasien PPOK yang dirawat atau melakukan rawat jalan sering mengalami keterbatasan aktivitas fisik akibat sesak napas. Hal ini menyebabkan pasien menjadi kurang aktif sehingga kondisi kesehatan semakin menurun. Pada tahun 2025 sebanyak 174 pasien PPOK yang dirawat di ruangan Paru RSUD Prof M Yamin SH mengalami keterbatasan aktivitas fisik karena penyakitnya. METODE PEMBAHARUAN Kondisi Sebelum Inovasi 1. Pasien PPOK mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. 2. Pasien sering mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas ringan. 3. Pasien tidak mengetahui teknik aktivitas dan latihan pernapasan yang benar. Kondisi Setelah Inovasi 1. Pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap dan terkontrol. 2. Pasien memahami teknik pernapasan yang benar. 3. Kualitas hidup pasien meningkat. KEUNGGULAN 1. Membantu meningkatkan kapasitas aktivitas pasien PPOK 2. Mengurangi keluhan sesak napas 3. Meningkatkan kualitas hidup pasien 4. Mencegah komplikasi akibat imobilitas 5. Meningkatkan pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit TAHAPAN / CARA KERJA INOVASI TEPIS PPOK Petugas kesehatan melakukan penilaian kondisi pasien PPOK kemudian memberikan program terapi aktivitas yang meliputi: * Latihan pernapasan * Aktivitas fisik ringan secara bertahap * Edukasi manajemen aktivitas sehari-hari Pasien melakukan latihan secara rutin dengan pemantauan tenaga kesehatan. |
