TERAPI AKTIVITAS PADA PASIEN PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Non Digital
Inisiator Inovasi : NS. SILVIA ANGGRAINI, S.Kep
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Pedoman Teknis Inovasi Tepis PPOK

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :

Meningkatkan kemampuan aktivitas pasien PPOK sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri dan berkualitas

Manfaat Inovasi :

1. Meningkatkan kemampuan aktivitas pasien
2. Mengurangi keluhan sesak napas
3. Meningkatkan kualitas hidup pasien

Hasil Inovasi :

1. Pasien lebih aktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari

2. Pasien mampu mengontrol sesak napas dengan teknik pernapasan yang tepat

Uji Coba Inovasi : Kamis, 02 Januari 2025
Implementasi Inovasi : Sabtu, 01 Februari 2025
Link Youtube :

🎥 Tonton Inovasi Tepis PPOK

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

  • UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan;
  • Peraturan Pemerintah Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah;
  • Peraturan Menteri Kesehatan tentang Pelayanan Kesehatan Paru
  • Peraturan Pemerintah tentang Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  • Peraturan Gubernur no. 62 tahun 2018 tentang Inovasi Daerah

PERMASALAHAN 

Permasalahan Makro

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), PPOK termasuk dalam tiga besar penyebab kematian global. Pasien PPOK sering mengalami keterbatasan aktivitas akibat sesak napas, penurunan fungsi paru, serta kelelahan yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi.

Permasalahan Mikro 

  1. Banyak pasien PPOK mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari akibat sesak napas.
  2. Pasien sering mengalami penurunan kemampuan fisik dan kelelahan
  3. Kurangnya pengetahuan pasien mengenai cara melakukan aktivitas yang aman
  4. Pasien cenderung menghindari aktivitas karena takut mengalami sesak napas.

ISU STRATEGIS

Isu Global

Berdasarkan **Sustainable Development Goals (SDGs)**, inovasi ini mendukung **SDGs 3: Good Health and Well-Being**, yaitu menjamin kehidupan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.

Isu Nasional

Program kesehatan nasional menekankan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular, termasuk PPOK, melalui peningkatan pelayanan kesehatan, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kualitas hidup pasien.

Isu Lokal

Di RSUD, pasien PPOK yang dirawat atau melakukan rawat jalan sering mengalami keterbatasan aktivitas fisik akibat sesak napas. Hal ini menyebabkan pasien menjadi kurang aktif sehingga kondisi kesehatan semakin menurun. Pada tahun 2025 sebanyak 174 pasien PPOK yang dirawat di ruangan Paru RSUD Prof M Yamin SH mengalami keterbatasan aktivitas fisik karena penyakitnya.

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi Sebelum Inovasi

1. Pasien PPOK mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Pasien sering mengalami sesak napas saat melakukan aktivitas ringan.

3. Pasien tidak mengetahui teknik aktivitas dan latihan pernapasan yang benar.

Kondisi Setelah Inovasi

1. Pasien mampu melakukan aktivitas secara bertahap dan terkontrol.

2. Pasien memahami teknik pernapasan yang benar.

3. Kualitas hidup pasien meningkat.

KEUNGGULAN

1. Membantu meningkatkan kapasitas aktivitas pasien PPOK

2. Mengurangi keluhan sesak napas

3. Meningkatkan kualitas hidup pasien

4. Mencegah komplikasi akibat imobilitas

5. Meningkatkan pengetahuan pasien tentang pengelolaan penyakit

TAHAPAN / CARA KERJA INOVASI TEPIS PPOK

Petugas kesehatan melakukan penilaian kondisi pasien PPOK kemudian memberikan program terapi aktivitas yang meliputi:

* Latihan pernapasan

* Aktivitas fisik ringan secara bertahap

* Edukasi manajemen aktivitas sehari-hari

Pasien melakukan latihan secara rutin dengan pemantauan tenaga kesehatan.