Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | Ns. Serly Aprilia Nst, S.Kep |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : |
|
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : | Tujuan inovasi OPERA SANTAI adalah Memudahkan pasien baru atau keluarga mendapatkan layanan orientasi |
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Minggu, 02 Februari 2025 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Inovasi Opera Santai (Orientasi Pasien Baru Santun Aman Terarah Akrab Informatif) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHANPersoalan MakroPeningkatan jumlah pasien baru di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan tren global yang sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan. World Health Organization dalam Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menyatakan bahwa komunikasi yang tidak efektif antara sistem pelayanan dan pasien masih menjadi faktor utama kejadian yang merugikan pasien, terutama pada fase awal pelayanan ketika pasien menerima informasi (World Health Organization, 2021). Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sistem orientasi internal pasien baru yang efektif. Johnson et al. (2022) melaporkan lebih dari 50% pasien tidak memahami informasi layanan ketika edukasi disampaikan secara lisan, hal inidilihat dari ketidakmampuan pasien mengingat dan menjelaskan kembali informasi yang telah diberikan. Hal ini sejalandengan penelitian Ha dan Longnecker (2023) yang menyatakan bahwa komunikasi satu arah tanpa umpan balik meningkatkan risiko kesalahpahaman, di mana sekitar 26–59% pasien salah memahami informasi kesehatan penting yang disampaikan secara verbal, sehingga berdampak pada meningkatnya komplain, ketidakpuasan, serta potensi gangguan keselamatan pasien, Persoalan MikroDi RSUD Prof H Muhammad Yamin SH di temukan permasalahan :
ISU STRATEGISGlobalPermasalahan orientasi internal pasien baru yang masih mengandalkan metode ceramah berkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-Being), WHO menegaskan bahwa mutu layanan kesehatan sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi dan edukasi pasien, karena edukasi yang tidak efektif meningkatkan risiko ketidakpatuhan dan insiden keselamatan pasien (World Health Organization, 2021). Selanjutnya, SDGs Tujuan 4 (Quality Education) menekankan pentingnya edukasi yang inklusif dan adaptif, sementara metode ceramah satu arah terbukti kurang efektif dibandingkan edukasi berbasis multimedia dalam meningkatkan pemahaman pasien (Morgado et al., 2024). Kondisi ini juga berkaitan dengan SDGs Tujuan 10 (Reduced Inequalities), karena pasien dengan literasi kesehatan rendah lebih rentan mengalami miskomunikasi, sehingga diperlukan pendekatan orientasi yang lebih inklusif untuk mengurangi kesenjangan pemahaman layanan kesehatan (World Health Organization, 2021). NasionalPemerintah secara nasional mendorong peningkatan literasi digital masyarakat sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik. Namun, pada sektor pelayanan kesehatan, pemanfaatan media digital dalam orientasi internal pasien baru masih belum optimal, sehingga penyampaian informasi layanan masih didominasi metode lisan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya pemahaman pasien terhadap sistem pelayanan rumah sakit, sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian Sari et al. (2022) yang melaporkan bahwa 56,3% pasien baru belum memahami alur pelayanan setelah mengikuti orientasi awal secara lisan. Sejalan dengan itu, Putri dan Wulandari (2021) mencatat bahwa keterbatasan media pendukung orientasi menyebabkan rendahnya penyerapan informasi layanan, sehingga pemahaman pasien terhadap orientasi internal rumah sakit belum optimal. LokalPemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan digitalisasi layanan publik, termasuk di sektor kesehatan. Namun, di RSUD Prof. Muhammad Yamin SH, orientasi pasien baru masih didominasi metode lisan sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman informasi, pelanggaran tata tertib, serta risiko terhadap keselamatan pasien. Berdasarkan hasil kuisoner rata- rata pengetahuan pasien atau keluarga setelah diberikan orientasi yaitu 53,3 dari 100. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi pasien baru belum efektif. METODE PEMBAHARUANKondisi sebelum adanya inovasi
Kondisi setelah adanya inovasi
KEUNGGULAN
CARA KERJA INOVASI
|
