Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Non Digital |
| Inisiator Inovasi | : | Fitri fahmi, A.Md.Keb |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi ARVINA (Aromaterapi Lavender Ibu Nyaman) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : | Mewujudkan ibu bersalin yang lebih rileks dan nyaman sehingga mendukung kelancaran proses persalinan. |
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Senin, 02 Juni 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Selasa, 02 September 2025 |
| Link Youtube | : | |
| Rancang Bangun Inovasi | : | Dasar Hukum
PermasalahanPermasalahan makroKecemasan selama kehamilan hingga memasuki kala I persalinan merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang masih menjadi perhatian secara global. Meta-analisis yang melibatkan 102 penelitian dengan 221.974 perempuan dari 34 negara melaporkan bahwa prevalensi gejala kecemasan mencapai 24,6% pada trimester ketiga kehamilan, sedangkan prevalensi gangguan kecemasan sebesar 15,2%, menunjukkan bahwa kecemasan merupakan kondisi yang umum dialami ibu menjelang persalinan. Kecemasan pada kala I persalinan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi proses fisiologis persalinan melalui peningkatan hormon stres, seperti katekolamin dan kortisol, yang berpotensi mengurangi efektivitas kontraksi uterus, meningkatkan persepsi nyeri, serta berhubungan dengan meningkatnya risiko persalinan memanjang dan kebutuhan intervensi obstetri. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 (Good Health and Well-being), khususnya Target 3.1, yaitu menurunkan angka kematian ibu menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan pelayanan persalinan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis ibu melalui intervensi nonfarmakologis yang berbasis bukti untuk membantu ibu lebih rileks selama kala I persalinan. Permasalahan mikroPada tahun 2025 terdapat 122 persalinan pervaginam di Ruang PONEK RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., yang meliputi persalinan spontan, vakum ekstraksi, dan persalinan letak sungsang. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 ibu bersalin kala I menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) serta didukung dengan lembar observasi respons perilaku ibu, diperoleh bahwa 7 dari 10 ibu (70%) mengalami kecemasan sedang hingga tinggi. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa ibu tampak gelisah, wajah tegang, sulit rileks saat menghadapi kontraksi, serta mengungkapkan rasa takut terhadap proses persalinan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kecemasan masih menjadi salah satu permasalahan dalam pelayanan persalinan kala I yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi berupa media relaksasi nonfarmakologis yang praktis, aman, dan mudah diterapkan untuk membantu mengurangi kecemasan ibu selama kala I persalinan, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan ibu dan mendukung proses persalinan yang lebih optimal Isu StrategisGlobalKecemasan menjelang dan selama persalinan merupakan masalah kesehatan psikologis ibu yang berdampak pada proses persalinan dan pengalaman bersalin yang buruk; penelitian menunjukkan bahwa sekitar 8–10 % wanita hamil mengalami kecemasan selama kehamilan dan angka ini meningkat menjadi sekitar 13% saat menjelang persalinan. Kecemasan tinggi pada kala I persalinan dapat memperburuk persepsi nyeri, menambah stres fisiologis, dan berpotensi memperlambat kemajuan persalinan, sehingga menjadi faktor yang mempengaruhi hasil kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh. Dalam Sustainable Development Goals (SDG) Target 3.1, dunia berupaya menurunkan angka kematian ibu (sebagai indikator kesehatan ibu yang efektif; namun kualitas pengalaman persalinan (termasuk keadaan psikologis ibu) juga penting sebagai bagian dari tujuan kesejahteraan ibu yang lebih luas. Dengan demikian, masalah kecemasan dan kurangnya pendekatan relaksasi selama persalinan menjadi isu strategis global yang perlu diintegrasikan dalam layanan kesehatan ibu untuk mendukung pencapaian SDGs. NasionalPeningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu merupakan salah satu fokus pembangunan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan persalinan yang aman, bermutu, dan berpusat pada ibu. Selain aspek klinis, pelayanan kebidanan juga dituntut mampu memenuhi kebutuhan psikologis ibu selama proses persalinan melalui penerapan intervensi yang aman, efektif, dan berbasis bukti. Berbagai penelitian di Indonesia melaporkan bahwa kecemasan pada ibu menjelang dan selama persalinan masih sering dijumpai dalam pelayanan kebidanan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan persepsi nyeri, mengurangi kenyamanan ibu, serta berpotensi menghambat kemajuan persalinan. Kajian sistematis yang merangkum 15 penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang tinggi secara konsisten berhubungan dengan durasi persalinan yang lebih panjang. Temuan tersebut diperkuat oleh salah satu penelitian di Indonesia yang dilakukan di RSUD Abdul Rivai pada tahun 2023, yang menunjukkan bahwa 86,9% ibu dengan kecemasan berat mengalami persalinan kala II memanjang, lebih tinggi dibandingkan ibu dengan kecemasan sedang (25,6%). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan kecemasan selama persalinan perlu menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kebidanan melalui penerapan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan berbasis bukti untuk mendukung kenyamanan ibu serta kelancaran proses persalinan. LokalDi Provinsi Sumatera Barat, pengelolaan kecemasan ibu selama persalinan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kebidanan. Penelitian yang dilakukan di Kota Padang menunjukkan bahwa kecemasan ibu selama persalinan berhubungan dengan lamanya proses persalinan. Persalinan yang berlangsung lebih lama diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun bayi baru lahir, termasuk asfiksia neonatal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang mendukung pengelolaan kecemasan ibu selama persalinan melalui intervensi yang aman, mudah diterapkan, dan berbasis bukti sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan maternal. Metode PembaharuanSebelum Inovasi:
Setelah inovasi:
Keunggulan
Tahapan/Cara Kerja InovasiAlat dan Bahan:
Prosedur:Persiapan Petugas
Persiapan Pasien
Pelaksanaan
Evaluasi:
|
