Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Non Digital |
| Inisiator Inovasi | : | Desmalinda, AMF |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi Klik Terapi (Kelompok Latihan Instruktif Keluarga - Terapi Praktis) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : | Mendisiplinkan pasien dalam melakukan terapi latihan dirumah |
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Minggu, 02 Februari 2025 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Inovasi Klik Terapi (Kelompok Latihan Instrukti Keluarga - Terapi Praktis) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHANPermasalahan MakroLow Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan permasalahan kesehatan makro serius di Indonesia, menduduki peringkat kedua tertinggi setelah influenza dengan prevalensi mencapai 3,71% - 31,6%. Akar masalah utamanya meliputi faktor ergonomi tempat kerja (posisi duduk/berdiri lama), beban kerja fisik, usia lanjut, serta gaya hidup tidak aktif (sedentari) yang memicu disabilitas fungsional. Low Back Pain menjadi masalah kesehatan kerja utama yang menurunkan produktivitas berkisar antara 65% - 75%, bahkan sering terjadi pada pekerja industri, operator alat berat, dan kuli panggul. Selain pekerjaan, faktor usia di atas 35 tahun, indeks massa tubuh (IMT) berlebih (gemuk), dan merokok berkontribusi tinggi terhadap kejadian Low Back Pain. Permasalahan Mikro
ISU STRATEGISGlobalLow back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah adalah isu kesehatan global yang kritis dengan prevalensi sangat tinggi (60-80% pada orang dewasa) dan merupakan penyebab utama disabilitas serta absensi kerja di seluruh dunia, diproyeksikan mencapai 843 juta kasus pada 2050. Low Back Pain menempati peringkat tertinggi sebagai penyebab Years Lived with Disability (YLD) atau tahun hidup dengan disabilitas di banyak negara, baik maju maupun berkembang. Low Back Pain menyebabkan tingginya absensi di tempat kerja (absenteeism) dan penurunan produktivitas (presenteeism), yang mengakibatkan beban ekonomi signifikan bagi individu, perusahaan, dan sistem kesehatan. NasionalLow Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan isu strategis nasional yang serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 18% atau menempati peringkat ke-2 kasus tertinggi. Low Back Pain merupakan masalah kesehatan masyarakat utama dengan angka kejadian yang sangat umum di kalangan pekerja, sering menyebabkan gangguan kronis. Diperlukan intervensi promotif dan preventif, seperti edukasi ergonomi, latihan peregangan (stretching), dan perbaikan sarana kerja. LokalKasus Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan kesehatan yang cukup dominan di Sumatera Barat berkisar antara 30% - 45%, terutama yang berkaitan dengan penyakit akibat kerja (PAK) di sektor informal dan industri. Sumatera Barat termasuk dalam jajaran provinsi dengan tingkat prevalensi gangguan muskuloskeletal (termasuk Low Back Pain) yang perlu diperhatikan secara nasional. Kasus ini banyak ditemukan pada Pekerja Industri/Manufaktur, petani, sektor transportasi (pengemudi ojek online, supir, dll) serta sektor tradisional (pengrajin tradisional, dll). METODE PEMBAHARUANKondisi Sebelum InovasiKasus Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan kesehatan yang cukup dominan di Sumatera Barat berkisar antara 30% - 45%, terutama yang berkaitan dengan penyakit akibat kerja (PAK) di sektor informal dan industri. Sumatera Barat termasuk dalam jajaran provinsi dengan tingkat prevalensi gangguan muskuloskeletal (termasuk Low Back Pain) yang perlu diperhatikan secara nasional. Kasus ini banyak ditemukan pada Pekerja Industri/Manufaktur, petani, sektor transportasi (pengemudi ojek online, supir, dll) serta sektor tradisional (pengrajin tradisional, dll). Kondisi setelah inovasi
KEUNGGULAN
TAHAPAN KERJA
|
