Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | Hestiana Alin, S. Gz |
| Urusan Inovasi | : | Kepegawaian |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi Sobad(Stok Opname Bahan Makanan Digital) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Senin, 03 Februari 2025 |
| Link Youtube | : | |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM:
PERMASALAHAN Persoalan Makro Pencatatan dan pelaporan manual sering kali menjadi titik lemah dalam pengelolaan keuangan negara/ daerah yang berpotensi menyebabkan kerugian negara. Hal ini seringkali menjadi temuan pada saat pemeriksaan. Kesalahan yang sering menjadi temuan seperti pencatatan ganda, selisih saldo, aset tetap tidak tercatat, kesalahan nilai dan lain-lain. Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) ditemukan masalah keuangan dan administratif pada Semester I tahun 2025 mencapai lebih kurang 4 % dari total anggaran. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan dalam sistem pencatatan bukan sekedar masalah teknis kecil, melainkan ancaman serius yang seharusnya dapat diselesaikan melalui akurasi sistem digital. Hal ini menjadikan cara pencatatan dan pelaporan manual tidak menjadi pilihan yang tepat lagi, disaat era digitalisasi sangat berkembang dengan pesat. Persoalan Mikro
ISU STRATEGISGlobalSecara global, inefisiensi administratif dan sistem pelaporan manual telah menjadi kebocoran finansial masif yang menurut data World Economic Forum dan berbagai lembaga audit internasional dapat menguras hingga 5% dari PDB (Produk Domestik Bruto) global setiap tahunnya akibat kombinasi kesalahan manusia (human error), tumpang tindih data dan duplikasi data. Transformasi menuju pelaporan digital bukan lagi sekadar inovasi teknis, melainkan langkah mitigasi hukum dan ekonomi yang mendesak guna mencegah kerugian finansial yang timbul dari manajemen aset yang tidak transparan dan tidak terukur secara real-time. NasionalDi tingkat nasional, ketergantungan pada sistem pelaporan manual dan administrasi konvensional di sektor kesehatan telah menjadi celah utama terjadinya inefisiensi anggaran yang memicu temuan berulang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait salah saji aset persediaan dan kerugian negara yang tidak sedikit. Berdasarkan evaluasi tata kelola pemerintahan, sistem manual menciptakan Inkonsistensi data yang mengakibatkan laporan keuangan rumah sakit tidak akurat, sulit diaudit, dan rentan terhadap praktik manipulasi stok serta pemborosan bahan logistik tanpa pengawasan sistematis. Lokal
METODE PEMBAHARUANKondisi sebelum adanya inovasi
Kondisi setelah adanya inovasi
KEUNGGULAN/ KEBAHARUAN
TAHAPAN INOVASI
|
