PERMASALAHAN - Permasalahan Makro Indonesia menghasilkan lebih dari 175.000 ton sampah per hari, dan sekitar 50 - 60% adalah sampah organik. Akibatnya, TPA ( tempat pembuangan sampah) menjadi overkapasitas dan rawan bencana lingkungan. Sampah organik yang membusuk di tempat pembuangan akhir (TPA) menghasilkan metana (CHβ), gas rumah kaca yang 25 kali lebih kuat dibanding karbon dioksida. Ini berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Sampah organik menyumbang 40–60% dari total timbunan sampah rumah tangga. Tanpa pengelolaan, TPA cepat penuh dan mempercepat kebutuhan lahan baru yang sering mengorbankan hutan atau lahan produktif. Pembusukan sampah organik menghasilkan bau tidak sedap, cairan lindi (leachate), dan menjadi sarang penyakit (lalat, tikus, dan lainnya). Hal ini peningkatkan risiko penyakit infeksi, seperti diare, demam berdarah, hingga gangguan pernapasan. Di sebagian besar kabupaten/kota di Sumatera Barat (Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Padang Pariaman, dll.), lebih dari 60% sampah rumah tangga adalah organik (sisa makanan, daun, sayur, dll.). Mayoritas sampah, termasuk organik, dibuang langsung ke TPA, seperti TPA ( pariaman), TPA Air Dingin (Padang), TPA Regional Payakumbuh, TPA Parik Rantang (Bukittinggi). Di TPA, sampah tidak bisa dipilah dan tidak bisa di olah lebih lanjut. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemilahan sampah masih rendah. Program bank sampah dan kompos rumah tangga belum merata dan hanya aktif di sebagian kecil nagari/kelurahan. - Permasalahan Mikro Kota Pariaman menghasilkan sampah harian sekitar 40 ton, dengan sekitar 79–80% merupakan sampah organik. Sampah organik berasal dari sisa makanan rumah tangga, daun/rumput, serta limbah pasar dan takjil (kelapa muda). RSUD Pariaman menghasilkan sampah harian sekitar 1,5 ton dan 60% nya adalah sampah organik Sampah organik yang berjumlah kurang lebih 900 kg ini menjadi penyumbang sampah yang besar di TPA Pariaman. Sampah organik ini bisa menjadi tempat berkembangbiaknya verktor yang dapat menularkan penyakit pada manusia. Sampah yang menumpuk mengurangi estetika lingkungan rumah sakit dan menimbulkan bau yang tidak sedap |