Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Non Digital |
| Inisiator Inovasi | : | dr. Herlina Nasution, M. Kes |
| Urusan Inovasi | : | Lingkungan Hidup |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi Sabotase (Sampah Botol Untuk Etalase Sedekah) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Senin, 10 Februari 2025 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Inovasi Sabotase (Sampah Botol Untuk Etalase Sedekah) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM INOVASI
PERMASALAHANPermasalahan MakroLahirnya inovasi ini adalah meningkatnya jumlah timbulan sampah plastik baik di tingkat global, nasional, maupun daerah yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunnya kualitas ekosistem. Secara global, isu sampah plastik telah menjadi perhatian dunia karena plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai dan sebagian besar berakhir mencemari laut maupun lingkungan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah Indonesia tahun 2024 mencapai sekitar 33,79 juta ton, dimana sekitar 19,64% diantaranya merupakan sampah plastik. Sementara di Provinsi Sumatera Barat, timbulan sampah mencapai sekitar 2.789,42 ton per hari, sedangkan di Kota Pariaman mencapai sekitar 40,67 ton per hari dan dapat meningkat hingga dua kali lipat pada momen tertentu. Kondisi tersebut juga terlihat di lingkungan rumah sakit, dimana masih ditemukan penumpukan botol plastik bekas dari pengunjung, keluarga pasien, maupun pegawai yang belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar hanya berakhir menjadi limbah. Permasalahan Mikro
ISU STRATEGISIsu global
Isu nasional
Isu LokalBelum optimalnya pengelolaan sampah plastik di lingkungan rumah sakit pariaman serta masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Sebelum adanya inovasi SABOTASE, botol plastik bekas di lingkungan rumah sakit umumnya hanya dibuang ke tempat sampah biasa tanpa proses pemanfaatan lanjutan, sehingga menambah volume sampah harian dan belum memberikan nilai manfaat sosial. Selain itu, belum tersedia media sederhana yang mampu menghubungkan gerakan peduli lingkungan dengan budaya berbagi secara langsung kepada masyarakat. Melalui metode pembaharuan yang diterapkan, inovasi SABOTASE menghadirkan konsep baru berupa penyediaan kotak khusus bertanda SABOTASE sebagai media pengumpulan botol plastik bekas yang ditempatkan di dua titik strategis rumah sakit, yaitu di area selasar dan dekat poli pelayanan. Botol plastik yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini dikumpulkan secara terpisah, kemudian dikelola dan dimanfaatkan menjadi etalase sedekah sebagai media berbagi untuk membantu pasien atau keluarga kurang mampu. Keunggulan inovasi ini terletak pada konsepnya yang sederhana, mudah diterapkan, berbiaya rendah, ramah lingkungan, serta mampu menghasilkan dampak ganda, yaitu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial. Inovasi ini juga memiliki nilai edukatif karena secara tidak langsung mengajak masyarakat membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan memahami bahwa limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. METODE PEMBAHARUANKondisi Sebelum Inovasi
f. harus ada dataa…?perbulannya penumpukan sampah berapa??Kondisi Setelah Inovasi
KEUNGGULAN
TAHAPAN KERJA INOVASI
|
