Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | Rian Firmansyah, S. Kom |
| Urusan Inovasi | : | Kearsipan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi SIMI (Sistem Informasi Manajemen Inventory) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : |
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Senin, 03 Februari 2025 |
| Link Youtube | : |
🎥 Tonton Inovasi SIMI (Sistem Informasi Management Inventory) |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHANPermasalahan MakroMasih tingginya penggunaan kertas di era digital pada instansi pemerintahan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang modern dan efisien. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam proses transformasi digital, terutama dalam pengelolaan administrasi dan layanan berbasis sistem elektronik. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia mencapai sekitar 4,4 juta orang. Dengan asumsi rata-rata penggunaan kertas per ASN, potensi penggunaan kertas di lingkungan instansi pemerintah diperkirakan mencapai puluhan miliar lembar per tahun. Pada tingkat Provinsi Sumatera Barat, dengan jumlah ASN sekitar 20.000 orang, estimasi penggunaan kertas mencapai ratusan juta lembar atau setara ratusan ribu rim setiap tahunnya. Salah satu perangkat daerah yang turut berkontribusi terhadap tingginya penggunaan kertas tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. Penggunaan kertas di lingkungan rumah sakit tidak hanya terjadi pada pelayanan medis, seperti pencatatan status pasien, tetapi juga pada kegiatan administrasi perkantoran serta proses pengelolaan inventory, termasuk dalam pengajuan dan pendistribusian alat tulis kantor (ATK) di gudang. Penggunaan kertas yang masih dominan dalam proses pengelolaan inventory menyebabkan berbagai permasalahan, antara lain inefisiensi biaya operasional, keterlambatan dalam
proses administrasi, serta keterbatasan dalam penyediaan data yang cepat, akurat, dan terintegrasi. Selain itu, kondisi ini juga berdampak pada aspek lingkungan, mengingat tingginya konsumsi kertas berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan sumber daya alam. Permasalahan MikroBerdasarkan kondisi faktual di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., terdapat beberapa permasalahan operasional terkait pengelolaan inventory, khususnya dalam proses pengajuan dan penggunaan alat tulis kantor (ATK), sebagai berikut: 1. Penumpukan Sampah Kertas Amprah ATKProses pengajuan kebutuhan ATK yang masih menggunakan media kertas menyebabkan terjadinya penumpukan dokumen amprah yang tidak terkelola secara optimal, sehingga menimbulkan permasalahan kebersihan dan kerapian lingkungan kerja. 1. Peningkatan Biaya OperasionalPenggunaan kertas secara berkelanjutan dalam proses administrasi amprah ATK menjadi salah satu faktor yang meningkatkan beban biaya operasional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya dalam pengadaan kertas dan kebutuhan pendukung lainnya. 1. Proses Administrasi yang Tidak EfisienMekanisme pengajuan yang masih bersifat manual dan berjenjang menyebabkan proses administrasi menjadi lebih panjang, memerlukan waktu yang lebih lama, serta meningkatkan beban kerja pegawai. 1. Risiko Kesehatan LingkunganPenumpukan sampah kertas dari dokumen amprah berpotensi menjadi media berkembangnya vektor dan binatang pembawa penyakit, seperti tikus, lalat, dan kecoa, yang dapat berdampak pada kesehatan lingkungan rumah sakit. ISU STRATEGISGlobalPerkembangan digitalisasi di tingkat global pada era globalisasi telah mendorong optimalisasi konektivitas antarnegara melalui pemanfaatan teknologi informasi, seperti internet, cloud computing, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Transformasi digital tersebut berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat arus informasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital di berbagai sektor, termasuk sektor pelayanan publik. Salah satu dampak positif dari digitalisasi adalah terciptanya efisiensi dalam proses kerja, di antaranya melalui pengurangan penggunaan kertas (paperless system). Penerapan sistem berbasis digital tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menekan konsumsi sumber daya alam yang digunakan dalam produksi kertas. Di sisi lain, permasalahan lingkungan global masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data World Bank tahun 2022, sekitar 33% sampah di dunia belum dikelola secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Kondisi ini
diperparah oleh praktik pengelolaan sampah yang belum memadai, seperti sistem open dumping, yaitu metode pembuangan sampah secara terbuka tanpa pengolahan yang memadai, yang mengakibatkan penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Dalam konteks tersebut, transformasi digital melalui penerapan sistem informasi, seperti SIMI (Sistem Informasi Manajemen Inventory), menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung efisiensi kerja sekaligus berkontribusi pada pengurangan limbah kertas. Dengan demikian, inovasi berbasis digital tidak hanya memberikan manfaat dari sisi operasional organisasi, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan secara global. NasionalDi Indonesia pemerintah melalui Perpres No. 82 Tahun 2023: Mengatur tentang percepatan transformasi digital dan keterpaduan layanan digital nasional melalui aplikasi. Percepatan ini akan berdampak pada pengurangan penggunaan kertas. LokalKomitmen pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerapkan digitalisasi di lingkungan pemerintah provinsi Sumatera barat dan juga sebagai Upaya efesiensi anggaran di era efisiensi yang di terapkan oleh pemerintah pusat METODE PEMBAHARUANKondisi Sebelum InovasiSebelum diterapkannya inovasi SIMI (Sistem Informasi Manajemen Inventory), proses pengelolaan permintaan barang (amprah) di gudang Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. masih dilakukan secara manual dengan berbagai keterbatasan, antara lain sebagai berikut:
Proses pengajuan permintaan barang masih menggunakan formulir berbasis kertas sebagai persyaratan administrasi, sehingga kurang efisien dan berpotensi menimbulkan penumpukan dokumen.
Pengamprah harus melakukan proses pengajuan secara langsung dengan memperoleh tanda tangan dari petugas gudang dan pejabat berwenang. Proses ini memerlukan waktu rata-rata ±30 menit untuk satu kali pengajuan.
Seluruh proses yang masih manual menyebabkan penggunaan waktu dan tenaga menjadi tidak optimal, baik bagi petugas ruangan maupun petugas gudang. Kondisi Setelah InovasiSetelah diterapkannya inovasi SIMI (Sistem Informasi Manajemen Inventory) di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., proses pengelolaan permintaan barang (amprah) mengalami peningkatan yang signifikan, dengan kondisi sebagai berikut:
Seluruh proses pengajuan permintaan barang telah dilakukan secara digital melalui sistem SIMI, sehingga tidak lagi bergantung pada penggunaan dokumen berbasis kertas (paperless).
Pengajuan permintaan barang dapat dilakukan langsung dari unit kerja masing-masing tanpa harus datang ke gudang.
Proses yang terintegrasi melalui system memangkas waktu yang dibutuhkan dalam pengamprahan KEUNGGULANInovasi SIMI (Sistem Informasi Manajemen Inventory) memiliki beberapa keunggulan yang mendukung peningkatan kinerja dan efisiensi pengelolaan inventory di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., antara lain sebagai berikut:
Aplikasi SIMI dikembangkan berbasis web sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat yang terhubung dengan jaringan, tanpa memerlukan instalasi khusus, serta memudahkan pengguna dalam mengakses sistem secara fleksibel.
Proses pengajuan, verifikasi, hingga pelaporan dapat dilakukan secara cepat dan akurat, sehingga mendukung kelancaran operasional pelayanan.
Seluruh aktivitas tercatat secara sistematis dalam sistem, sehingga memudahkan proses monitoring, evaluasi, dan audit. TAHAPAN / CARA KERJA INOVASI
|
