Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap
| Tahapan Inovasi | : | Implementasi |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Inisiator Inovasi | : | dr. Mela Aryati, M. Kes |
| Urusan Inovasi | : | Kesehatan |
| Panduan Teknis Inovasi | : | Lihat Panduan Teknis Inovasi Belalai Dori (Berilah Penilaian Doktger IGD) |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi Pelayanan Publik |
| Tujuan Inovasi | : |
|
| Manfaat Inovasi | : | Bagi Masyarakat/Pasien
Bagi Rumah Sakit
Bagi Dokter IGD
Bagi Pemerintah Daerah
|
| Hasil Inovasi | : |
|
| Uji Coba Inovasi | : | Kamis, 02 Januari 2025 |
| Implementasi Inovasi | : | Senin, 03 Februari 2025 |
| Link Youtube | : | |
| Rancang Bangun Inovasi | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHANPersoalan MakroTransformasi sistem kesehatan saat ini menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan (patient centered care). Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak lagi hanya diukur dari aspek klinis, tetapi juga dari pengalaman pasien selama menerima pelayanan. Organisasi kesehatan dan berbagai lembaga mutu pelayanan kesehatan menegaskan bahwa pengalaman pasien (patient experience) merupakan salah satu indikator utama kualitas pelayanan kesehatan karena berhubungan dengan keselamatan pasien, kepatuhan pengobatan, efektivitas pelayanan, dan kepuasan masyarakat.Pengalaman pasien mencakup berbagai aspek penting yang dirasakan langsung oleh pasien, seperti komunikasi tenaga kesehatan, kejelasan informasi yang diberikan, penghormatan terhadap pasien, keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan, akses terhadap pelayanan, serta respons petugas terhadap kebutuhan pasien. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antara dokter dan pasien berhubungan dengan peningkatan kepatuhan terhadap terapi, peningkatan keselamatan pasien, penurunan kejadian yang tidak diharapkan, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Di Indonesia, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk menyediakan mekanisme konsultasi, pengaduan, survei kepuasan, dan inovasi pelayanan yang mampu menjaring aspirasi masyarakat sebagai dasar perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. Pengukuran kepuasan dan pengalaman pengguna layanan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Namun demikian, pada banyak fasilitas pelayanan kesehatan, evaluasi pelayanan masih lebih berfokus pada aspek administratif dan indikator klinis, sementara pengalaman pasien terhadap interaksi dengan tenaga kesehatan belum terdokumentasi secara optimal. Akibatnya, rumah sakit sering kali mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi secara spesifik aspek pelayanan yang perlu diperbaiki, terutama yang berkaitan dengan komunikasi, empati, profesionalisme, dan pemberian informasi kepada pasien. Perkembangan teknologi digital sebenarnya telah membuka peluang bagi fasilitas kesehatan untuk memperoleh umpan balik pasien secara cepat, mudah, dan real time. Pemanfaatan sistem digital terbukti dapat meningkatkan efisiensi pengumpulan data, mempercepat proses analisis, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Persoalan MikroInstalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan pintu masuk utama pelayanan rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam dan menangani pasien dengan berbagai tingkat kegawatdaruratan. Dalam pelaksanaannya, dokter IGD memiliki peran sentral dalam melakukan asesmen awal, menentukan diagnosis kerja, memberikan tindakan medis awal, serta menjelaskan kondisi pasien kepada keluarga dan pengambil keputusan pasien. Berdasarkan hasil evaluasi pelayanan dan pengamatan lapangan, masih ditemukan beberapa kondisi yang berpotensi memengaruhi pengalaman pasien terhadap pelayanan dokter di IGD, antara lain:
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi yang mampu menjaring pengalaman dan penilaian pasien secara langsung, mudah, cepat, objektif, dan terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu dikembangkan inovasi “BELALAI DORI (Berilah Nilai Dokter IGD)” sebagai media penilaian pelayanan dokter IGD berbasis digital yang memungkinkan pasien dan keluarga pasien memberikan umpan balik secara real time untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga medis, serta terwujudnya pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. ISU STRATEGIS GlobalTransformasi pelayanan kesehatan dunia saat ini mengarah pada pelayanan yang berpusat pada pasien (patient centered care), dimana pengalaman pasien (patient experience) menjadi salah satu indikator utama mutu pelayanan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Joint Commission International (JCI), dan berbagai lembaga mutu kesehatan internasional menekankan pentingnya keterlibatan pasien dalam proses evaluasi pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Meskipun demikian, masih banyak negara yang menghadapi tantangan dalam memperoleh umpan balik pasien secara spesifik terhadap pelayanan dokter di Instalasi Gawat Darurat (Emergency Department). Kondisi kegawatdaruratan, keterbatasan waktu pelayanan, tingginya beban kerja tenaga kesehatan, serta belum optimalnya sistem umpan balik digital menyebabkan pengalaman pasien sering tidak terdokumentasi dengan baik. Akibatnya, berbagai keluhan terkait komunikasi dokter, empati, kejelasan informasi medis, dan profesionalisme tenaga kesehatan tidak dapat dianalisis secara optimal sebagai dasar perbaikan pelayanan. Selain itu, perkembangan teknologi informasi telah mendorong berbagai negara untuk mengembangkan sistem evaluasi pelayanan kesehatan berbasis digital yang memungkinkan pasien memberikan umpan balik secara cepat, mudah, dan real time. Sistem tersebut terbukti meningkatkan transparansi pelayanan, mempercepat identifikasi masalah, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. NasionalPemerintah Indonesia terus mendorong transformasi sistem kesehatan melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk memberikan masukan, kritik, dan penilaian terhadap pelayanan yang diterimanya. Namun demikian, sebagian besar survei kepuasan pasien yang dilaksanakan di fasilitas kesehatan masih bersifat umum dan belum mampu menggambarkan secara spesifik kualitas pelayanan tenaga medis tertentu, khususnya dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat. Kondisi ini menyebabkan rumah sakit mengalami keterbatasan dalam memperoleh data yang objektif mengenai pengalaman pasien terhadap pelayanan dokter sebagai dasar pembinaan dan peningkatan kompetensi tenaga medis Local Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Barat, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk memiliki sistem evaluasi pelayanan yang lebih responsif, transparan, dan berbasis teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi digital untuk menjaring pengalaman pasien secara langsung masih belum optimal sehingga diperlukan inovasi yang mampu menjadi media komunikasi antara pasien dengan rumah sakit dalam memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diterima, khususnya pelayanan dokter di Instalasi Gawat Darurat. Berdasarkan hasil monitoring pelayanan, survei kepuasan pasien, serta evaluasi mutu pelayanan rumah sakit, diketahui bahwa belum tersedia media khusus yang dapat digunakan pasien untuk memberikan penilaian terhadap pelayanan dokter IGD secara langsung, mudah, cepat, dan terdokumentasi secara sistematis. Selain itu, rumah sakit belum memiliki data spesifik yang dapat menggambarkan persepsi pasien terhadap aspek komunikasi, empati, profesionalisme, dan pemberian informasi oleh dokter IGD. Kondisi ini menyebabkan peluang peningkatan mutu pelayanan berbasis pengalaman pasien belum dapat dimanfaatkan secara optimal METODE PEMBAHARUAN Kondisi sebelum adanya inovasi
Kondisi setelah adanya inovasi
KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
CARA KERJA INOVASICara kerja pelaksanaan BELALAI DORI (Berilah Penilaian Dokter IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, SH dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
Pasien menerima pelayanan di IGD.
Petugas memberikan informasi kepada pasien atau keluarga mengenai penilaian pelayanan melalui QR Code.
Pasien memindai QR Code yang tersedia (Di meja IGD dan Poster ruang tunggu)
Pasien mengisi formulir digital yang berisi:
Data otomatis masuk ke sistem database atau spreadsheet.
Tim mutu melakukan analisis hasil penilaian setiap bulan |
