Si Gemoy Beraksi (Sistem Pengendalian Indeks Massa Tubuh/Body Mass Index Berbasis Aplikasi dan Edukasi)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : OPD
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Panduan Teknis Inovasi Si Gemoy (Sistem Pengendalian Indeks Massa Tubuh / Body Mass Index)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  1. Mengetahui kategori indeks massa tubuh
  2. Membantu penurunan berat badan yang sehat dan ideal
Manfaat Inovasi :
  1. Membantu menurunkan prevalensi obesitas
  2. Membantu menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular akibat obesitas
  3. Membantu meningkatkan kualitas hidup
  4. Membantu meningkatkan produktivitas
  5. Membantu menurunkan kematian dini
  6. Membantu meningkatkan derajat kesehatan yang optimal
  7. Membantu menurunkan biaya kesehatan Negara
Hasil Inovasi :

Dengan adanya inovasi ini, berat badan serta Indeks Massa Tubuh menjadi lebih terpantau dan terkendali. Selama 8 bulan inovasi ini berjalan, dari 38 orang petugas dengan berat badan berlebih yang mengikuti inovasi ini, sebanyak 18 orang mengalami penurunan berat badan dengan rata-rata penurunan berat badan sebanyak 2,1 kg.

Uji Coba Inovasi : Senin, 04 November 2024
Implementasi Inovasi : Senin, 25 November 2024
Link Youtube :

🎥 Tonton Video Inovasi Si Gemoy Beraksi

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
  2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS);
  3. Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 62 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah

PERMASALAHAN

Persoalan Makro

Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular dan menempati peringkat 5 tertinggi di dunia faktor risiko penyebab kematian. Obesitas tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga pada masalah sosial dan ekonomi seperti penurunan kualitas hidup, penurunan produktivitas kerja, tingginya biaya kesehatan negara, tingginya biaya yang dikeluarkan individu ketika sakit serta dapat menimbulkan penurunan rasa percaya diri akibat penampilan. 

Persoalan Mikro

  1. Belum adanya sistem pemantauan dan pengendalian berat badan.
  2. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular.
  3. Penyakit yang timbul akibat obesitas menyebabkan penurunan produktivitas akibat ketidakhadiran dalam bekerja, mempengaruhi kualitas hidup dan kematian dini 

ISU STRATEGIS

Global

World Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2022, 2,5 miliar orang berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan. Dari jumlah tersebut, 890 juta orang hidup dengan obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular dan menempati peringkat 5 tertinggi di dunia faktor risiko penyebab kematian. Obesitas tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga pada masalah sosial dan ekonomi seperti penurunan kualitas hidup, penurunan produktivitas kerja, tingginya biaya kesehatan negara, tingginya biaya yang dikeluarkan individu ketika sakit serta dapat menimbulkan penurunan rasa percaya diri akibat penampilan. Untuk itu perlu adanya sistem pemantauan dan pengendalian berat badan untuk mencegah dampak lebih lanjut dari obesitas.

Isu Nasional

Peningkatan prevalensi obesitas pada penduduk umur >18 tahun di Indonesia, dari 21,8% (2018) menjadi 23,4% (2023). 

Local

Berdasarkan hasil Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023, sebanyak 21,5% penduduk umur >18 tahun di Sumatera Barat mengalami obesitas. Selain itu berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan pada 105 orang petugas RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH, sebanyak 29,5% mengalami obesitas. Jika dibiarkan dan tidak dicegah, obesitas dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas pengidapnya.

METODE PEMBAHARUAN

Kondisi sebelum adanya inovasi
Petugas dengan berat badan berlebih kesulitan menurunkan berat badannya dikarenakan belum adanya sistem pemantauan dan pengendalian berat badan serta konsultasi dengan ahli gizi. 

Kondisi setelah adanya inovasi
Dengan adanya inovasi ini, berat badan serta Indeks Massa Tubuh menjadi lebih terpantau dan terkendali. Selama 8 bulan inovasi ini berjalan, dari 38 orang petugas dengan berat badan berlebih yang mengikuti inovasi ini, sebanyak 18 orang mengalami penurunan berat badan dengan rata-rata penurunan berat badan sebanyak 2,1 kg.

KEUNGGULAN/KEBAHARUAN
Dengan adanya inovasi SI GEMOY BERAKSI pengendalian dan pemantauan berat badan serta Indeks Massa Tubuh dapat dilaksanakan dengan lebih intens, efektif dan efisien. Selain itu diharapkan peserta menjadi lebih sehat dan bugar, prevalensi obesitas menurun, angka kejadian penyakit tidak menular menurun dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

CARA KERJA INOVASI

  1. Peserta melakukan scan QR code dan mengisi identitas diri (nama, umur, jenis kelamin, alamat, nomor handphone, riwayat penyakit, tinggi badan dan berat badan).
  2. Sistem akan memproses hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh.
  3. Saat hasil perhitungan keluar, peserta dapat memilih untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau tidak.
  4. Bagi peserta yang memilih untuk berkonsultasi dengan ahli gizi, konsultasi dilakukan melalui aplikasi pada jam kerja (Senin-Jumat).
  5. Pada tanggal yang telah ditetapkan, peserta diminta untuk mengunjungi stand SI GEMOY BERAKSI untuk melakukan pemantauan Indeks Massa Tubuh.