APO CHAT (Antrian Pengambilan Obat by CHAT)

Detail Informasi Inovasi Secara Lengkap

Tahapan Inovasi : Implementasi
Jenis Inovasi : Digital
Inisiator Inovasi : ASN
Urusan Inovasi : Kesehatan
Panduan Teknis Inovasi :

Pedoman Teknis Inovasi Apo Chat (Antrian Pengambilan Obat By Chat)

Bentuk Inovasi : Inovasi Pelayanan Publik
Tujuan Inovasi :
  1. Peningkatan Kualitas Pelayanan: Layanan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.
  2. Peningkatan Kepuasan Pasien: Pasien merasa lebih puas dengan layanan yang diberikan.
  3. Peningkatan Efisiensi Operasional: Proses kerja menjadi lebih efektif dan efisien.
  4. Peningkatan Daya Saing: Rumah sakit dengan sistem antrian online akan dianggap lebih modern dan inovatif.
  5. Kontribusi terhadap Pembangunan Kesehatan: Mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Manfaat Inovasi :

 Manfaat untuk Pasien

  1. Peningkatan kenyamanan: Pasien tidak perlu lagi antri berlama-lama di apotek. Mereka dapat melakukan pendaftaran antrian sesudah dari poli atau saat dalam perjalanan menuju apotek.
  2. Transparansi informasi: Pasien dapat melihat perkiraan waktu tunggu dan status antrian secara real- time melalui aplikasi atau website.
  3. Pengurangan risiko penularan penyakit: Dengan mengurangi waktu tunggu dan kerumunan di apotek, risiko penularan penyakit menular, seperti flu, batuk, pilek, dan lain-lain dapat diminimalkan.
  4. Peningkatan aksesibilitas: Pasien dengan mobilitas terbatas dapat lebih mudah mengakses layanan farmasi.

Manfaat untuk Apotek

  1. Peningkatan efisiensi: Proses pelayanan menjadi lebih teratur dan cepat, sehingga apotek dapat melayani lebih banyak pasien.
  2. Pengurangan kesalahan: Dengan sistem yang terotomatisasi, risiko terjadinya kesalahan dalam pengisian obat dapat diminimalkan.Pengelolaan data pasien yang lebih baik: Data pasien dapat tersimpan dengan baik dan terorganisir, sehingga memudahkan dalam melakukan analisis dan evaluasi.
  3. Peningkatan kepuasan pasien: Dengan memberikan pelayanan yang lebih baik, apotek dapat meningkatkan kepuasan pasien dan reputasi apotek.

Manfaat untuk Rumah Sakit:

  1. Peningkatan Kualitas Pelayanan:

                - Meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

                - Mendukung upaya rumah sakit dalam mencapai akreditasi.

       2. Peningkatan Efisiensi Operasional:

                - Mengoptimalkan penggunaan sumber daya manusia dan fasilitas.

       3. Dukungan terhadap Transformasi Digital:

               - Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan.

Hasil Inovasi :
  1. Peningkatan produktivitas apotek: Dengan Antrian Pengambilan Obat by CHAT, apotek dapat melayani lebih banyak pasien dalam waktu yang lebih singkat.
  2. Peningkatan kepuasan pasien: Pasien akan merasa lebih puas dengan pelayanan yang diberikan.
  3. Peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya: Sumber daya manusia dan peralatan dapat digunakan secara lebih optimal.
  4. Peningkatan daya saing apotek: Apotek yang menerapkan sistem antrian obat online akan dianggap lebih modern dan inovatif.
  5. Kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan: Sistem antrian obat online dapat menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.
Uji Coba Inovasi : Selasa, 02 Januari 2024
Implementasi Inovasi : Jumat, 02 Februari 2024
Link Youtube :

 🎥 Tonton Video Inovasi Apo Chat (Antrian Pengambilan Obat By Chati

Rancang Bangun Inovasi :

DASAR HUKUM

1. Undang -Undang No. 17 tahun 2023 tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan;
4. Peraturan Pemerintah Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan.
6. Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 62 Tahun 2018 tentang Inovasi Daerah;
7. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah;
8. Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Daerah Provinsi Suatera Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Barat.

PERMASALAHAN Permasalahan Makro
1. Meningkatnya populasi dan kesadaran akan pentingnya kesehatan menyebabkan jumlah pasien yang mengunjungi rumah sakit juga meningkat.
2. Meningkatnya kasus penyakit kronis membutuhkan pengobatan jangka panjang yang melibatkan pengambilan obat secara rutin.
3. Perkembangan ilmu kedokteran menghasilkan resep obat yang semakin kompleks, baik dalam jenis maupun jumlah obat yang diresepkan.
4. Fasilitas kesehatan, termasuk apotek rumah sakit, seringkali memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan yang tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pasien.
5. Apotek rumah sakit masih menggunakan sistem pelayanan tradisional yang cenderung manual dan kurang efisien.

Permasalahan Mikro

1. Proses pengecekan dan verifikasi resep secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Mencari obat di rak penyimpanan yang banyak dan tidak tertata dengan baik juga memakan waktu.
3. Proses pengambilan obat dari rak penyimpanan dan pengemasan obat ke dalam kemasan yang sesuai membutuhkan ketelitian dan waktu.
4. Banyak pasien yang membutuhkan konsultasi dengan apoteker terkait penggunaan obat, yang juga memakan waktu.

ISU STRATEGIS

Global
Peningkatan usia harapan hidup secara global menyebabkan jumlah lansia semakin meningkat. Kelompok ini cenderung memiliki lebih banyak penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, sehingga meningkatkan beban kerja apotek. Perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan menyebabkan peningkatan jumlah penduduk di daerah perkotaan. Hal ini berdampak pada peningkatan permintaan layanan kesehatan, termasuk pelayanan farmasi di rumah sakit. Revolusi industri 4.0 telah mendorong adopsi teknologi dalam berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), big data, dan internet of things (IoT) membuka peluang untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih efisien dan personal.

Nasional

Pemerintah Indonesia tengah berupaya mencapai UHC (Universal Health Coverage), yaitu jaminan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. UHC ini akan meningkatkan jumlah pasien yang mengakses layanan kesehatan, termasuk layanan farmasi. Pemerintah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Sistem antrian online apotek merupakan salah satu contoh penerapan teknologi digital dalam pelayanan kesehatan. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan. Sistem antrian online apotek dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan di apotek rumah sakit.

Lokal

Banyak rumah sakit di Indonesia, terutama di daerah, memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Sistem antrian obat online dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. Di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, antrian di apotek rumah sakit seringkali panjang. Sistem antrian obat online dapat membantu mengurangi kepadatan di apotek. Masyarakat semakin menuntut pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan nyaman. Sistem antrian obat online dapat memenuhi ekspektasi masyarakat tersebut.


METODE PEMBAHARUAN
Kondisi Sebelum Inovasi
Dilihat dari hasil rekapan waktu tunggu dari beberapa bulan ke belakang, terlihat kepadatan pasien dalam menunggu antrian mengambil obat di apotek rumah sakit. Hal ini disebabkan karena Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. mempunyai Poli Rawat Jalan aktif sekitar 12 – 15 Poli dalam sehari. Ditambah pada hari-hari tertentu dan jam-jam sibuk pasien bisa mengalami peningkatan dalam pengambilan obat di apotek. Rata-rata waktu tunggu yang dihasilkan bisa mencapai 2-3 jam untuk obat non racikan, 1-2 jam untuk obat racikan. Hal tersebut membuat pasien cukup gelisah, kesal dan frustasi dikarenakan waktu tunggu yang lama untuk pengambilan obat di apotek rumah sakit.

Kondisi Setelah Inovasi

Setelah dilakukan inovasi ini, diharapkan antrian di apotek rumah sakit tidak begitu padat dan membludak seperti sebelumnya. Pasien atau keluarga pasien yang datang ke apotek tidak perlu mengantre terlalu lama atau menunggu lagi, pasien atau keluarga pasien bisa langsung menerima obat tersebut saat sampai di apotek rumah sakit karena obat pasien telah dipersiapkan sebelum pasien datang ke apotek rumah sakit. Pasien juga bisa menyesuaikan waktu untuk pengambilan obat di apotek sehingga pasien atau keluarga pasien bisa melakukan aktifitas lain atau pekerjaan yang lainnya, jadi bisa mengefisiensi waktu yang dibutuhkan pasien atau keluarga pasien.

KEUNGGULAN
Keuntungan untuk Pasien:
1. Peningkatan Kenyamanan:

- Tidak perlu lagi mengantri berlama-lama di apotek.
- Dapat mendaftar antrian dari mana saja dan kapan saja melalui perangkat mobile.
- Mendapatkan perkiraan waktu tunggu yang lebih akurat.


2. Transparansi Informasi:

- Pasien dapat memantau status antrian secara real- time.
- Informasi mengenai obat yang diresepkan dan dosisnya dapat diakses secara digital.

 

3. Peningkatan Aksesibilitas:

- Pasien dengan mobilitas terbatas dapat lebih mudah mengakses layanan farmasi.

4. Pengurangan Risiko Penularan Penyakit:

- Mengurangi kerumunan di apotek, sehingga meminimalkan risiko penularan penyakit menular.

Keuntungan untuk Apotek:

1. Peningkatan Efisiensi:

- Proses pelayanan menjadi lebih teratur dan cepat.
- Pengelolaan data pasien dan obat-obatan menjadi lebih efisien.
- Pengurangan kesalahan dalam pengisian obat.

2. Peningkatan Produktivitas:

- Petugas apotek dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti konsultasi farmasi.

3. Peningkatan Kepuasan Pasien:

- Dengan pelayanan yang lebih baik, apotek dapat meningkatkan kepuasan pasien dan reputasi apotek.

Keuntungan untuk Rumah Sakit:

1. Peningkatan Kualitas Pelayanan:

- Meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan yang diberikan.
- Mendukung upaya rumah sakit dalam mencapai akreditasi.

2. Peningkatan Efisiensi Operasional:

- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya manusia dan fasilitas.

3. Dukungan terhadap Transformasi Digital:

- Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan.


TAHAPAN / CARA KERJA INOVASI

a. Setelah pasien konsul di poli rawat jalan, pasien dapat langsung mendaftar antrian melalui aplikasi mobile, website, atau layanan digital yang tersedia di apotek.
b. Pasien memasukkan data diri dan memilih jenis layanan yang diinginkan.
c. Sistem akan memberikan nomor antrian dan perkiraan waktu tunggu.
d. Sistem akan mengirimkan notifikasi kepada pasien saat antrian sudah dekat atau ketika obat sudah siap diambil.